Pages

Tuesday, April 10, 2012

Kisah Kasihku [fancfic]

Cast:
  • Yoo Seung Ho
  • Song Hyun Rae
  • Park Jiyeon
  • Lee Hyun Woo
  • Victoria Song

Other Cast:
  • Super Junior
  • SNSD
  • f(x)
  • T-Ara
  • U-Kiss

*****

Hallo teman-temanku semua.. Kenalkan, namaku Song Hyun Rae. Aku sekolah di Kyunghee High School, letaknya dipusat kota Seoul. Aku duduk dikelas 3 SMA. Kalian tau, setelah ini akan terjadi apa pada diriku? Yup! Setelah itu, aku akan lulus, berpisah dengan teman lamaku, lalu melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi. Aku disini punya 4 orang sahabat. Mereka semua itu adik dari seorang artis dari boyband Super Junior lho.. Kalian percaya tidak? Oh ya, aku juga punya seorang kakak perempuan dan dia itu juga seorang artis dari girlband f(x), percaya?

Temanku ada yang namanya Park Chaeri, dia itu adik dari sang leader yaitu Park Jung Soo atau Leeteuk. Ada Kim Eun Ri, adik dari sang pemilik suara emas yaitu Kim Jongwoon atau biasa dipanggil Yesung. Lalu Lee Hyora, adik dari orang terimut di Super Junior yaitu Lee Sungmin. Terus, ada Cho Kyumi, dia adik dari anggota terakhir Super Junior yang biasa dijuluki evil magnae yaitu Cho Kyuhyun.

Lalu bagaimana dengan kakakku? Kakak perempuanku namanya Song Qian atau sering disebut Victoria Song. Dia itu punya pacar dari anggota 2PM yaitu bernama Nickhun. Oh ya, walaupun kakak perempuanku berdarah China, tapi aku berdarah Korea lho.. aneh bukan? Karena, saat itu bundaku lagi  hamil tua, terus saat itu bundaku di China. Dan saat itulah bundaku melahirkan kakakku di China. Aku dan kakakku berpaut 5 tahun. Kakakku umurnya 23 tahun, sedangkan aku 18 tahun, jaraknya jauh bukan?

*****

Kringg kringg.. jam weker berbunyi menandakan saatnya bangun tidur dan berangkat ke sekolah. Setelah itu aku mandi, lalu turun ke bawah untuk sarapan bersama ayah, bunda. Lalu kakakku? Dia kan seorang artis, jadi dia tinggal di dormnya bersama member f(x) lainnya.

“selamat pagi ayah, bunda. Sarapan kali ini apa?” ucapku.

“selamat pagi sayangku. Kali ini kita sarapan susu, roti selai. Ya, seperti biasanya, sayang” ucap bunda.

Oh ya, menurut kalian keluargaku itu harmonis nggak? Hehe, menurutku sih kurang harmonis. Karena, semuanya sibuk dengan perkejaannya masing-masing. Lalu yang tadi? Haha, itu cuma sapaan dipagi hari saja, seperti biasanya lah..

Beberapa menit kemudian,

“bunda, ayah, Hyunrae berangkat sekolah dulu ya? Hyunrae bawa mobil sendiri. Bye bye, bunda, ayah” ucapku.

“bye bye juga. Hati-hati dijalan ya, sayang” ucap bunda.

“ya, bunda” ucapku.

Yup! Aku biasanya bawa mobil ke sekolah sendiri. Karena, bunda dan ayahku sibuk, jadi mereka semua nggak bisa antar jemput aku. Pasti kalian akan tanya seperti ‘kenapa tidak memakai supir pribadi dan bodyguard aja?’ iya kan? Karena, menurutku beli mobil sendiri dengan bayaran supir dan bodyguard setahun itu sama aja harganya. Lagian kan, aku sudah besar. Jadi, untuk apa menyewa supir pribadi dan bodyguard, ya nggak?

*****

Di perjalanan biasanya aku mendengarkan lagu-lagu. Dan biasanya aku berangkat bareng teman-temanku. Tinn tinn.. klakson mobilku berbunyi, menandakan panggilan buat temanku yang ada di rumahnya.

“halloha, Hyunrae. Maaf, sudah membuat kamu menunggu lama” ucap Eunri.

“nggak apa-apa, lagian kan baru aja sampai. Kalau gitu, cepat masuk, keburu telat lho” ucapku.

“oh, oke oke” ucap Eunri.

‘2 sudah, 3 sudah, 4 sudah.. Oke komplit! Tinggal tancap gas’ batinku.

Sesampainya di sekolah, aku langsung memarkikan mobilku, lalu langsung masuk kedalam.

“eh, teman-teman, kok tumben ya?” tanya Hyora.

“tumben apanya?” tanyaku, dan Chaeri bareng.

“tumben kok jam segini, sekolah kita masih sepi ya?” tanya Kyumi.

“mm, mungkin.. I don’t know” ucapku.

“sudahlah, lupakan saja. Kita langsung masuk aja ke kelas, yuk!” ajak Eunri.

“yuk” ucap kami berempat serempak.

Oh ya, biasanya aku di kelas duduk sebangku sama Eunri dan Hyora. Sedangkan Kyumi sama Chaeri.

Tett tett tett.. bel sekolah pun berbunyi, menandakan sekolah bisa dimulai.

“eh teman, untung aja kita berangkatnya masih pagi, coba pas jam segini. Bisa-bisa kita dihukum sama itu tuh..” ucap Chaeri.

“sama siapa?” tanya  Hyora polos.

“cih, pintar-pintar tapi lambat juga ya cara berpikirmu?”

“aku kan cuma tanya” ucap Hyora sambil pura-pura cemberut.

“hehe, maaf. Itu lho sama guru Kim, guru pelajaran matematika kita, atuut aku” ucap Chaeri.

“hehe, iya. Untung aja kita punya supir pribadi kita. ya nggak?” sindir Kyumi.

“Yaa! Kalian jahat sekali. Masa aku dianggap supir kalian, hiks hiks hiks” ucapku sambil pura-pura nangis.

"hehe, maaf ya, teman. Aku kan hanya bercanda. Hehe” ucap kyumi.

Ditengah-tengah perbincangan kami, tiba-tiba ‘BRUKK’

“ahhh! Hah hah hah. Guru Kim! Hehe, aku kira siapa” ucapku kaget.

 “anak-anak, ayo keluarkan buku kalian” suruh guru Kim.

*****

Tett tett.. bel berbunyi untuk saatnya istirahat.

“huahh.. akhirnya pelajaran matematika selesai juga” ucapku senang sambil merenggangkan ototku.

“ya benar. Kalau begitu, kita ke kantin bareng, yuk!” ajak Hyora.

Saat di kantin, kami membicakan berbagai macam. Seperti membicarakan pelajaran tadi, kakak-kakak kita, tugas-tugas sebelumnya, lalu..

“eh teman-teman, lihat luar tuh! Bukankah mereka semua pemeran dari drama God of Study, ya?” tanya Chaeri.

“eh, iya benar. Itu ada Seungho, Jiyeon, Hyunwoo, benarkan?” tanya Kyumi.

“iya benar. Lalu, kok si Jiyeon sama Seungho bergandengan tangan ya? sedangkan Hyunwoo tidak. Apa mereka berdua pacaran ya?” tanyaku.

Jujur saja, ngeliat pemandangan seperti itu, mata, muka, tangan, tubuhku, dan terutama hatiku memanas. Kenapa? Karena, jujur saja, kalau emang sudah dari dulu aku menyukainya. Ah bukan! melainkan aku sudah tahap mencintainya. Rasanya aku mau nangis, tapi apa dayanya? Dan untuk apa aku menangis? Toh, dia belum tentu kenal aku. Yaa, walaupun kakakku artis.

“ya, apakah mereka pacaran yaa? Kalau iya, menurutku pantes tuh mereka berdua” ucap Hyora.

“eh, Chaeri! Kamu itu ngapain sih? Dari tadi ngacung jempolmu terus. Kamu lagi ngacungi siapa sih?” tanyaku.

“ahh hah, itu aku cuma main jempolku sendiri kok” jawab Chaeri.

“oh gitu” ucapku.

‘hufft, hampir aja ketahuan Hyunrae. Kalau sampai ketauan sama Hyunrae, bisa-bisa rencana buat Hyunrae cemburu hancur deh’ batin Chaeri.

*Flashback*
*Chaeri POV*

Saat sepulang sekolah, aku ada janjian dengan seseorang artis yaitu sama Yoo Seung Ho. Siapa coba tebak Yoo Seung Ho itu siapa? Yup! Artis yang sudah kependirian menjadi actor dan model sejak kecil dan artis yang sering dapat penghargaan dari perusahaan, fans, dan orang sekitarnya, karena actingnya yang luar biasa.

Katanya Hyungwoon si sahabat setianya Seungho, aku disuruh ketemuan sama Seungho di kelas Musik. Kira-kira ada apa ya? tumben mau ngomong sama anak perempuan, biasanya kan dia acuh tak acuh sama anak perempuan kecuali pacarnya, tapi kenapa tiba-tiba mau ngomong sama aku ya? sudahlah lebih baik aku kesana untuk tanya apa yang dia ingin omongkan.

Sesampainya di kelas musik, tiba-tiba si Seungho langsung menarikku kedalam.

“psst, ada orang nggak diluar?” tanya Seungho.

“nggak. Nggak ada tuh. Emangnya ada apa, sih?”

“aku boleh minta tolong sesuatu gak sama kamu?”

“mm, boleh. Tapi, apa yang harus aku lakukan?” tanyaku.

“begini, jujur saja, aku itu suka sama sahabatmu yang namanya Song Hyun Rae, terus aku itu mau nembak Hyunrae tapi aku malu, lalu..”

“yaa, tinggal ditembak aja kan gampang. Kamu kan laki-laki, untuk apa kamu malu. Lagian kamu kan seorang artis, jadi jangan sepeti gitu donk” potongku.

“Ya! aku kan belum selesai ngomongnya! Aku ingin kamu bantu aku, untuk buat si Hyunrae itu cemburu, ya ya ya? please” mohonnya.

“cemburu? Cih, kamu kira, dia suka sama kamu. Kan belum tentu dia suka sama kamu”

“aku tahu kok, kalau si Hyunrae suka sama aku. Saat itu, aku pernah nemuin dompet, ternyata dompet itu milik Hyunrae. Karena saat itu aku sudah mulai suka sama Hyunrae, jadi ada kesempatan emas untuk ngeliat isi foto didalam dompetnya, lalu.. “

“dasar! Buka-buka dompet orang itu dosa tahu! Terus, setelah itu apa? Hehe”

“biarin tahu! Setelah itu, ternyata dompetnya itu isinya fotoku semua. kalau nggak percaya, pinjam aja dompetnya Hyunrae langsung” kata Seungho.

“benerkah? Lalu, apa yang bisa aku lakukan?”

“berfikir dong, makanya” suruhnya.

“cih, kenapa gak minta tolong aja sama kak Victoria? Hah?” tanyaku.

“aku malu, sekaligus aku takut. Nanti kak Victoria nggak setuju atau nggak sependapat denganku”

“oh gitu. Kalau begitu, aku punya ide?”

“apa idenya?” tanyanya.

“bukankah kamu dulu pernah digosipin sama Jiyeon anggota T-ara?”

“hah? Kenapa mesti tanya itu segala sih? Itu kan dulu, tapi belum tahu juga sih itu gosip masih berdedar apa sudah berakhir”

“nah, itu dia. Kalau masih beredar, kan bisa manfaatin buat si Hyunrae cemburu, betul tidak? Tapi, kalau kamu mau sih” ideku.

“mm, gimana ya? oke deh, aku manfaatin buat si Hyunrae cemburu, tapi berhasil nggak ya? kalau nggak berhasil gimana?” tanyanya pasrah.

“pasti berhasil kok. Aku kan sahabatnya dia. Jadi, aku tahu si Hyunrae itu seperti apa. Oh ya, sekalian buat pesta malam antara pemeran God of Study, Super Junior, sama f(x)” ideku lagi.

“but, for what? Menurutku itu juga akan memakan biaya mahal”

“cih, kau tahu aku kan? Aku itu adik dari sang leader Super Junior, dan sahabatku itu nggak cuma Hyunrae, masih ada Hyora, Kyumi, dan Eunri. Nah, Eunri itu adiknya kak Yesung” ucapku panjang lebar.

“lalu, apa hubungannya dengan kak Yesung dan kak Leeteuk?”

“haduh, ganteng-ganteng tapi ternyata cara berfikir otaknya lambat ya! kan aku bisa minta tolong sama kak Leeteuk untuk meminjam restorannya kak Yesung, sekalian minta tolong untuk mengundang member Super Junior buat acara kita. Mengerti? Lalu, kamu juga mengundang pemeran anak muda yang di God of Study, Oke?!” ucapku panjang lebar.

“oke! Siap, bos!” ucapnya seperti prajurit pada komandonya. “kalau kita melaksanakan acaranya besok malam gimana? Terlalu cepat nggak?” tanyaku.

“nggak cepat kok. Oke, tomorrow night, I can” ucapnya.

“and, don’t forget to tell about it with your friend in The God of Study, OK?!” tanyaku memastikan.
“OK” jawab dia mantap.

Saat aku mau jalan keluar dari kelas musik, tiba-tiba

“THANK YOU VERY MUCH, FRIEND” teriaknya.

“OK!” jawabku sambil tersenyum padanya

*Flashback end*
*Hyunrae POV*

“eh teman, aku pesan makan dulu ya. Masa kita sudah di kantin, tapi tidak beli apa-apa? Oh ya, ini tempat dudukku jangan sampai ditempatkan oleh orang lain, AWAS!” ucapku.

Jujur, sebenarnya telingaku sudah panas banget, apalagi hatiku. Dan rasanya aku pingin nangis sekarang juga.

“mbak, saya pesan semankuk sup jagung hangat dan segelas ice milktea, ya? kalau bisa, secepatnya, mbak” ucapku.

Kalau sampai aja tempat dudukku ada orangnya, aku benar-benar akan pindah tempat dari tempat itu. Aku berjalan ke tempatku yang semula sambil menundukan kepalaku.

“hey, teman. Kenapa mukamu lesu seperti itu?” tanya seseorang.

Sepertinya aku kenal suara ini, tapi siapa ya? soalnya suaranya kayak laki-laki. Mungkinkah dia kak Seungho? Ah, mana mungkin, dia kan lagi mesra-mesraan sama pacarnya. Hufft, jika menyebutkan nama pacarnya kak Seungho, rasanya kepala dan hatiku mau meledak. Sepertinya, aku benar-benar terpukul gara-gara tadi. Gara-gara, aku baru tahu kalau si Jiyeon benar-benar pacaran sama kak Seungho. Hiks hiks hiks, malangnya nasibku ini.

“hey, permsi teman. Apakah kau masih hidup sekarang?” tanyanya lagi.

“ah, iya, aku masih hidup kok. And.. YA! ini tempat dudukku, TAHU!” ucapku setengah teriak.

“oh, maaf, aku nggak tau, teman. Kalau ini tempat dudukmu tadi. Sekali lagi maaf ya?” tanya kak Seungho lembut sambil menundukan kepalanya.

“hah, teman katamu? Kita saja baru bertemu sekarang, kamu sudah langsung memanggilku teman? Orang macam apa kau? Hah hah! Aissh, kenapa disaat seperti ini aku emosi?” ucapku frustasi.

“hah? err.. ma.maaf ya” ucap kak Seungho gugup.

“nggak kok. nggak apa-apa, aku lagi stress aja kali ini. Seharusnya aku yang meminta maaf padamu. Kalau begitu, maaf ya” ucapku sambil membungkukkan badanku.

“err.. kalau begitu, aku cari tempat duduk yang lainnya dulu, bye bye..” ucapku lagi.

*Chaeri POV*

“eh Seungho, sepertinya cara kita untuk membuat Hyunrae cemburu nggak berhasil deh” ucapku pasrah.

“tuh kan, apa kataku. Kamu itu sok tahu aja!”

“Semabarangan aja kamu! Eh, lebih baik kamu ngundang dia ke acara yang kita buat aja. Biasanya sih awal-awalannya dia menolak, tapi kalau sudah ada ancaman untuk nggak bisa datang pasti dia langsung mengiyakan, gimana? Sana, lebih cepat sampaikan daripada gak kesampai-sampai tujuanmu. Go on! Fighting” ujarku.

“beneran kalau kasih ancaman, pasti dia mau kan? Kalau sampai gagal lagi, awas saja kau!” ucapnya. “iya, pasti rencana ini berhasil kok” ucapku untuk meyakinkannya.

“oke! Kalau gitu, FIGHTING!” ujarnya.

*Hyunrae POV*

“hah, seharusnya jangan menunjukkan emosimu pada kak Seungho, bisa-bisa ketahuan deh kalau aku lagi cemburu sama kak Seungho. Lagian, tadi juga ada Jiyeon. Cih, sepertinya kamu akan mendapatkan masalah besar, Hyunrae. Haduh, dasar Hyunrae bodoh, bodoh, bodohhh! Bodoh sekali! Payah banget!” runtukku sambil memukul kepalaku.

Saat aku mau memukul kepalaku lagi, tiba-tiba ada yang memegang pergelangan tenganku, dan ternyata..

“kak Seungho! Ngapain kakak disini? Bukankah kakak tadi sudah mendapatkan tempat duduk? Lantas kenapa kakak disini?” tanyaku bertubi-tubi.

“err.. ituu.. tadi, pacarku datang, lalu aku mengalah padanya, lalu aku bingung mau duduk  dimana, jadi aku duduk disini, boleh kan?” ucapnya panjang lebar.

“oh gitu” jawabku. Setelah itu, suasana pun jadi hening dan sedikit canggung.

“err.. Hyunrae.. kakak..” ucap kami berbarengan.

“ah, kakak dulu aja” “tidak, Hyunrae dulu, baru kakak”

“bukankah laki-laki harus mengalah pada perempuan?” tanyaku.

“oh, oke. Kalau gitu, kakak dulu nih yang ngomong?” aku hanya mengangguk.

“begini, nanti malam ada pesta di SMEnt, kamu ikut nggak? Teman-temanmu dan kakakmu juga ikut lho.. kamu mau datang gak kesana?” tanya kak Seungho.

“hah? Pesta? Dalam rangka apa? Emang di undangannya ada tulisan ‘keluarga ataupun saudara diperbolehkan mengikuti acara tersebut’? tanyaku.

“iya, tapi artisnya yang datang sedikit. Kalau gak salah, yang diundang ada member Super Junior, f(x), T-ara, miss A, SHINee, sama SNSD, dan pemeran anak muda yang ada di God of Study. Kamu ikut ya? biar tambah seru, please” jelasnya panjang lebar.

“oke oke, aku akan datang ke pestanya. Tapi..” “tapi.. apa? Jangan bilang kalau kamu antara bisa dan nggaknya datang? Kalau sampai kamu gak datang ke pesta, aku gak pernah akan menganggapmu sebagai manusia didunia ini! Mengerti!?” ancamnya.

“haduh, kok pakai ancam-ancaman segala sih? Oke, kalau gitu, aku datang deh” ucapku pasrah.

“benarkah? Kamu datang? Ancamanku itu berlaku hingga pesta SMEnt selesai, mengeti!?” ancamnya lagi.

“mengerti, kak” ucapku pasrah lagi.

Setelah itu, hening sudah suasananya. 2 menit kemudian..

“ini dik, makanan yang anda pesan. Semangkuk sup jagung dan ice milktea nya” ujar sang pelayan membuyarkan keheningan kami.

“oh, terima kasih ya, mbak” ucapku.

“iya, sama-sama, dik” ucap sang pelayan.

“lho, biasanya kan kamu beli nasi goreng, tapi kenapa sekarang beli sup jagung? Kamu lagi nggak nafsu makan nasi, ya?” tanya kak Seungho bertubi-tubi.

‘Tunggu dulu, darimana kak Seungho tahu, kalau biasanya aku beli nasi goreng? Ada apa dengannya?
Apakah dia menyukaiku? Tidak, dia kan sudah punya pacar, untuk apa dia menyukaiku, mana mungkin dia playboy, ya nggak?’ tanyaku dalam hati.

“err.. bagaimana kak Seungho tahu, kalau biasanya aku beli nasi goreng seperti biasanya? Iya, aku lagi nggak nafsu makan nasi aja kok, don’t worry” ujarku.

“ah, ituu.. kan aku dekat sama temanmu yang namanya Chaeri. Nah, dia pernah menceritakan tentangmu padaku. Jadi, aku sedikit tahulah tentang dirimu” ucapnya.

“oh begitu. Tapi, kenapa Chaeri gak pernah menceritakan sesuatu tentangmu padaku ya? kan lebih seimbang satu sama lain. Kamu sudah tahu tentangku sedikit, akupun juga tahu tentangmu sedikit, jadi lebih seimbang kan?” ucapku panjang lebar.

“aku juga nggak tahu tuh. Oh ya, kalau begitu aku pamit dulu ya. aku mau jalan-jalan lagi sama pacarku, bye bye..” ucapnya yang langkahnya semakin jauh dari sini.

“bye juga” ucapku. ‘MWO!? tadi dia bilang pacar? Sudahlah lupakan saja! Lapar nih’ ucapku dalam hati.

*Chaeri POV*

“gimana? Dia setuju nggak? Dia datang ke pesta nggak? Kamu pake ngancam segala nggak?” tanyaku bertubi-tubi.

“Ya! kalau mau tanya itu satu-persatu, ngantri gitu lho!”

“ya ya ya, maaf deh” “dia mau datang, tapi sebelumnya aku pakai ancaman dulu. Hehe, habisnya gimana lagi coba? Ya sudah, aku ancam dia deh kalau nggak datang ke pesta. Terus rencana berikutnya apa?”

“gimana ya? begini saat di pesta, kamu duduk disebelah Jiyeon, terus saat di acara makan-makan, kamu sama Jiyeon saling suap-menyuap ya?”

“masa ada suap-menyuap segala? Kalau ada, aku kagak mau, ahh!”

“please, katanya mau buat si Hyunrae cemburu?” tanyaku.

“err.. iya juga sih. oke oke” jawabnya pasrah.

‘sebenarnya yang suka sama Hyunrae tuh siapa sih? dasar Chaeri!’ gerutu Seungho dalam hati.

“nah, gitu dong dari tadi” ucapku sambil tersenyum padanya.

“hehe” ucapnya balas senyumku.

*Hyunrae POV*

What!? Sepertinya, diriku benar-benar terpuruk sama yang namanya CINTA deh. Hiks hiks hiks, cintaku bertepuk sebelah tangan. Sudahlah, mungkin Tuhan lagi kasih aku ujian biar aku menjadi orang yang tegar kali ya? ya mungkin aja. Lagian kan, di dunia ini laki-laki kan banyak, nggak Cuma dia seorang, ya nggak? Sudahlah, mungkin dia bahagia dengan Jiyeon. Kalau dia bahagia, seharusnya aku juga bahagia. Bukankah apabila orang yang kita sayangi atau kita cintai bahagia, kita juga harus bahagia, benarkan? Dan bukankah, yang namanya cinta itu nggak boleh punya perasaan egois? Sudahlah, whatever! Aissh! Aku jadi frustasi gara-gara masalah ini! Benar-benar! Sekali aja manusia itu nggak punya masalah, bisa nggak ya? uhhh!
Tett tett.. Waktu istirahat pun selesai. Aku berjalan gontai saat menuju ke kelas. Entah, karena masalah tentang skandal tadi, aku jadi bad mood, and benar-benar stress! Isshh!

Saat di kelas, aku tidak kosentrasi belajar, aku hanya diam dan melamun. Biarkan saja! Hari ini aku benar-benar bad mood! Coba bayangkan saja, kita suka sama seseorang, tapi seseorang itu suka sama orang lain, terus kita baru tahu kalau orang yang kita sukai itu suka sama orang lain bukan diri kita sendiri, gimana rasanya? Sakit bukan? Huh, bagi yang belum pernah merasakannya dan belum pernah mengalaminya, aku mohon jangan sampai kalian merasakan ini! Karena, ini benar-benar menyakitkan, dan menyedihkan. Bagi yang sudah merasakannya, jangan dianggap kenangan, pasti diri kalian atau hati kalian akan rapuh kembali, cukup lupakan saja. Huh, benar-benar menyebalkan. Sudahlah lupakan saja, oke?!

Tett tett tett.. Akhirnya pulang deh, waktu yang kutunggu-tunggu dari tadi. Mungkin sampai rumah, aku benar-benar akan istirahat deh. Karena malamnya akan ada pesta, dan katanya kak Seungho, kalau aku nggak datang, aku nggak akan pernah dianggap manusia di dunia ini. Cihh! Emang dia itu Tuhanku apa?! Seenaknya aja dia ngomong! Sudahlah.

*****

BRAKK’ ku banting pintu kamarku, karena saking kesalnya hari ini! Aissh, kenapa masih ingat tentang itu sih?! Sudahlah, forget about that, please… BUKK’ ku rebahkan tubuhku diatas kasur.

“hari ini  benar-benar capek” gumamku lalu tidur.

‘semoga bangun tidur nanti, hari-hari esoknya atau setelah ini aku jadi seperti semula, amin’ doaku dalam hati.

*****

Tokk tokk tokk..

“Hyunrae, bangun. Kata kakakmu, kamu diundang ke pesta SMEnt ya? bangun, Hyunrae! Ini sudah mau jam 6 sore, cepat bangun! Nanti kamu telat” kata bundaku.

“ya, bunda” jawabku malas.

Dengan malasnya aku jalan ke kamar mandi.

“hoahm.. ngantuk banget” gumamku.

Cukup lama aku mandi. Karena, emang dasarnya aku kalau mandi lama banget, hehe. Aneh kan? Saat aku mau keluar kamar mandi, aku langsung kaget, karena tiba-tiba saja bundaku sudah duduk didepan meja rias. Kukira tadinya itu hantu, ternyata bundaku sendiri, maklumlah aku itu orangnya gampang kaget.

“Hyunrae, cepat! Kok malah diam disana, sini bunda rias dulu” suruh bunda. “ya” jawabku malas.

Beberapa menit kemudian,

“wah, cantik sekali anak bunda, seperti ulzzang (the best of face)” puji bunda.

“terima kasih, bunda. Siapa dulu yang ngerias Hyunrae? Bundaku gitu lho, hahaha” ucapku senang.

“haha, bunda jadi malu sendiri. Hyunrae, nanti berangkatnya sama kakakmu ya?”

“lho? Kakak sudah pulang? Pasti hanya untuk berdandan ya? cih, kakakku itu memang centil” sindirku.

“daripada kamu kayak laki-laki” sindir bunda balik.

“yaa, bunda” rajukku.

“hehe, ya sudah sana, siap-siap dulu. Sebentar lagi kamu berangkat” suruh bunda.

“oke, bunda” jawabku.

*****

“kak, banyak juga ya artis yang datang ke acara pesta ini?” tanyaku.

‘tapi kok katanya kak Seungho yang datang sedikit? Hah, menurut dia aja kali ya?’ tanyaku dalam hati.

“ya iyalah, kalau gitu kakak mau gabung sama member f(x) lainnya dulu ya? nggak apa-apa kan?” ucapnya.

“ya, nggak apa-apa. Go on.” Jawabku. Kulihat, langkah kakak semakin jauh dari sini.

“wah, ternyata restaurantnya keluarga Eunri besar juga ya?” gumamku.

“ya iyalah, disini kan banyak pelanggan yang datang. Tapi, karena artis-artis SMEnt buat acara, jadi tempat ini dipesan” jawab kak Seungho tiba-tiba.

Haduh, kenapa aku harus ketemu sama dia lagi? Oh Tuhan, kali ini kau benar-benar ‘baik hati’ padaku, hiks hiks hiks.

“ahh! kukira siapa? Hehe, kakak disini sama siapa?” ucapku pura-pura kaget.

“yaa.. sama Jiyeon lah, dia kan pacarku. Nah, itu dia cewekku” jawabnya.

DEGG’
setelah mendengar perkataannya, rasanya diriku seperti kesambar petir. Badan dan hatiku terasa panas sekali. Hush hush, pergilah panas. Padahal disini AC nya banyak banget lho. Kenapa Cuma aku yang panas?

“oh gitu. Kalau begitu aku cari teman-temanku dulu ya, bye..” ucapku buru-buru pada kak Seungho.

“ya, bye juga” ucapnya.

Huh, untung aja aku cepat-cepat pergi dari sana, kalau nggak, bisa-bisa badanku runtuh disitu.

“Lebih baik aku keliling bangunan ini aja lah” gumamku.

“mau aku temani?” tanya Eunri tiba-tiba.

“MWO?! ya! bisa nggak sih jangan ngagetin aku? kamu mau sahabatmu yang satu ini punya penyakit jantung, hah?” ucapku kaget sambil teriak.

“hehe, maaf deh, Hyunrae” ucap Eunri sambil garuk-garuk kepalanya yang nggak gatal.

“cih, dasar!” gerutuku.

“kalau gitu, masuk yuk! Sepertinya, acaranya mau dimulai tuh” ajak Hyora.

“ayo” ucap kami berempat serempak.

‘Cih, gara-gara Eunri, aku nggak jadi keliling restaurant ini deh’ gerutuku dalam hati.

*****

Kalau boleh jujur, pesta kali ini menyebalkan! Kenapa coba? Karena 2 orang yang paling aku sebal, duduk didepanku. Siapa lagi, kalau bulan si Yoo Seung Ho dan Park Jiyeon! Menyebalkan! Aku benci pesta kali ini! Sudah gitu, mereka terlihat mesra banget saat makan. Iri aku lihatnya!!? Issh, pokoknya hari ini benar-benar menyebalkan!

‘AHHHHHHHHHH!’ teriakku dalam hati.

Menurutku, aku benar-benar orang yang paling kasihan sedunia.

*****

Daripada aku didalam memperhatikan pasangan menyebalkan itu, lebih baik aku refleshing di taman sini. Bisa ngelihat bintang yang bersinar, udara yang menurutku cukup segar, dan lampu-lampu yang dapat menenangkanku. Kalian tahu? Mungkin bagi orang-orang taman ini cukup mengerikan, tapi bagiku tidak. Karena, di taman inilah aku bisa teriak sepuasnya. Yaa, walaupun jarak taman dengan restaurantnya Eunri cukup dekat. Sudahlah, aku benar-benar ingin teriak.

“AHHHHHHHHHHHH! Apa salahku sih? Kenapa Kau (Tuhan) memberikanku banyak tantangan? Kenapa?” teriakku.

“dan, kenapa bukan aku yang disuapi sama kak Seungho? Dan kenapa bukan aku yang digandeng sama kak Seungho? Seandainya dia ada disini melihat bintang bersama. Seandainya dia disini, pasti kepalaku sudah bersandar dibahunya” gumamku sambil menangis.

“dan kenapa..”

tiba-tiba tanganku digenggam sama seseorang.

“Hyunrae.. Aku akan selalu menggandeng  tanganmu, aku disini bersamamu untuk melihat bintang-bintang yang sedang berkelap-kelip disana, dan aku akan selalu ada untukmu” ucap kak Seungho.

‘ha! apa yang dia katakan benar? Jadi selama ini?’ tanyaku dalam hati.

“err.. ka..kak.. Seung..Seungho.. apa yang ter..?” tiba-tiba aja dia memelukku.

Aku membelalak mataku, karena saking kagetnya.

“maafkan aku, aku terlalu mengerjaimu ya? sebenarnya, aku itu nggak pacaran sama Jiyeon, tapi melainkan aku itu cuma pura-pura pacaran biar kamu itu cemburu. Dan ternyata usahaku malah membuatmu terluka. Maafkan aku, Hyunrae” ucapnya sambil melepaskan pelukan kami.

Saat mendengarnya, aku hanya diam seribu bahasa antara rasa bingung, senang, sedih, pokoknya campur aduk.

CUPP

“kau tahu, kau itu cinta pertamaku. Aku sudah suka, maksudku aku sudah mencintaimu sejak lama. Jadi, maukah kau menerima cintaku?” tanyanya lembut.

‘WHAT! Tadi dia mencium pipiku? Apakah aku bermimpi? Tidak, tadi bukan mimpi! Aku benar-benar merasakannya. God, mungkinkah dibalik semua ini, Engkau yang merencanakannya? Kalau begitu, terima kasih Ya Tuhan’ ucapku senang dalam hati.

“err.. kak.. aku..” ucapku gantung.

’semoga semoga semoga’ doa Seungho dalam hati.

“aku pasti akan menerima cinta kak Seungho dengan senang hati” ucapku bahagia.

“benarkah? Wah, akhirnya.. Usahaku nggak akan jadi sia-sia, senangnya hatiku” ucapnya sambil memelukku lagi.

“hehe, aku juga senang, kak. Akhirnya, penantian yang kutunggu-tunggu dari dulu datang juga. Untung aja aku masih setia sama kak Seungho. Kalau nggak, pasti cintanya kak Seungho aku tolak mentah-mentah, hehehe. Damai ya, kak” ucapku sambil membalas pelukannya.

lalu tiba-tiba kak Seungho merapatkan badannya, kepalanya dimajukan, matanya ditutup, kepalanya miring, dan ternyata...

CUPP

Sontak mataku membelalak. tapi selanjutnya aku membalasnya dengan 'cinta'

Karena kami terlalu larut dalam 'kegiatan' kami, tiba-tiba..

“ehm.. Kita ganggu nggak ya kali ini? Kalau ganggu, maaf ya” kata kak Victoria tiba-tiba.

Sontak aku sama kak Seungho melepaskan pelukan kami dan first kami.

“ahh.. kakak, kok ada disini?” tanyaku basa-basi.

“tadi, kami dengar teriakan seseorang, terus kami kira ada orang yang mau bunuh diri. Eh, nyatanya ada orang yang lagi dimabuk cinta” ucap Chaeri.

“jieilehh.. cuit cuit..” ucap kakak-kakak Super Junior.

“Selamat ya, kalian berdua.. kami turut senang deh..” ucap mereka serempak.

Kalian tahu, yang ngucapin itu semua member dari Super Junior, f(x), SNSD, SHINee, Jiyeon T-ara, dan teman-temanku lho.. Betapa beruntungnya diriku. Mulai dari sekarang, aku mau hargai hidupku apapun yang akan terjadi.

*****

Dibalik kisah ceritaku itu, akhirnya aku sadar, ternyata dibalik kehidupan kita pasti ada hikmahnya, dan dibalik kehidupan kita itu Tuhan selalu merencanakan sesuatu yang terbaik buat kita, dan dibalik permusuhan ataupun persahabatan kita itu ada hal-hal yang menarik yang belum kita ketahui sebelumnya.

Dan aku sadar, kita jadi manusia tidak boleh bernegatif thinking, kita tidak boleh bertindak yang seenaknya, kita tidak boleh egois, dan kita harus jaga omongan kita biar orang sekeliling kita tidak tersinggung, dan kita itu tidak boleh emosi pada orang lain entah itu orang tua kita, sahabat kita, musuh kita atau orang sekeliling kita. Dan aku sadar, kalau kita sabar menunggu sesuatu apa yang kita ditunggu-tunggu, pasti sesuatu itu akan terwujud dan nggak cuma sabar aja, tapi kita juga harus berusaha dengan sebaik mungkin dan menerima tantangan apapun dengan lapang dada.

Mungkin sampai disini aja kisah cintaku, kapan-kapan aku akan cerita lagi sama kalian. Oh ya, ini hanya curahan hatiku pada kalian, dan kuharap kalian ambil sisi baik kisahku ini ya? And then, bagaimana kiisah kalian? Apakah sama denganku? Hehe, kuharap jangan sampai kayak aku. kalau begitu, selamat tinggal, and see you let time, friend….

No comments:

Post a Comment