Pages

Monday, April 9, 2012

Masa Laluku [fanfic]

Cast:
  • Cherry Song a.k.a Farihah H
  • Cherly Song

Semoga bagus yaa..
cekidot..

*****

“Akhirnya pulang juga. Uuuhh, capek banget rasanya.” Keluhku sambil menjatuhkan tubuhku diatas sofa. 

“Tapi, lebih capek lagi kalau menjalani hidupku seperti 3 tahun yang lalu” lanjutku sambil mengawang-awang.

*flashback

beginilah hidupku, penuh dengan kesusahan, penuh dengan kesengsaraan, dan merasa kesepian. Semenjak papa selingkuh dari mamah, semua jadi berbeda, dari keharmonisan keluarga, canda tawa, kekompakan, dan kasih sayang yang menyelimuti dari keluarga kami, telah lenyap semua seperti ditelan oleh bumi. Mamah setiap harinya menangis, menangis, dan menangis itulah hobinya. Aku sampai tidak tega melihat mamah sampai terpuruk seperti itu. Dan pada akhirnya mamah sudah waktunya untuk diambil kembali oleh Yang Maha Kuasa. Lebih baik seperti itu, daripada aku melihat mamah setiap harinya menangis, merenung, terpuruk, dan.. pokoknya, mamah terlihat seperti orang gila! Sampai aku gak tega ngelihat mamah seperti itu. Semoga aja amalannya mamah bisa diterima disisi-Nya, AMIN!

*flashback

Waktu pun terus berputar, aku baru tau kalo mamah terkena penyakit jantung, dan penyakitnya itu sudah sangat parah. Aku tau karna aku tidak sengaja membaca kertas diatas meja rias mamah, dan ternyata isinya tentang –ya tau sendirilah. Terkadang aku heran, kenapa mamah masih bisa bertahan dengan papa dengan keadaan kondisinya yang seperti itu?? Rasanya aku ingin menangis, tapi apa gunanya? Toh, semua itu telah terjadi. Andai saja masa lalu yang penuh dengan kebahagiaan itu bisa terulang.

Beberapa hari kemudian di sore hari, tiba-tiba datang seorang wanita yang sedang hamil tapi sepertinya umurnya nggak jauh-jauh amet dari umurku, ya walaupun terkesan agak lebih tua dariku. Lalu wanita itupun bertanya sesuatu padaku. Tapi yang lebih mengejutkan, kenapa dia hanya bertanya tentang papaku? Apa hubungannya dia dengan papaku? Dengan penuh penasaran dan curiga pun muncul dalam benakku, dan pada akhirnya aku tanya ke wanita itu.

“eumm, kalau boleh tau apa hubungannya anda dengan ayah saya ya?” tanyaku.

“AYAH?”

memang ada yang salah? Kenapa dia begitu kaget saat aku menyatakan bahwa lelaki yang dimaksud dia adalah papaku?

‘hm, saatnya menyelidiki nih’ curigaku dalam hati.

“iya, AYAH saya. Memangnya kenapa ya? Ada yang salahkah?”

“eunggh, tidak, tidak kok” katanya dengan senyum yang menurutku itu senyum yang dipaksa.

Dengan jawaban seperti itu dari dia, aku masih belum puas. Tapi, sebaiknya tidak usah dilanjutkan deh. Toh, besok aku akan.. ahh tidak, maksudku sekarang, aku akan menyelidiki apa yang telah papa lakukan selama ini! Dan  sebelumnya, itu wanita kelihatan seperti wanita murahan! Iyekks, ngeliat tampangnya aja aku dah MUAK -o-

‘Ya! Kenapa aku jadi berpikiran buruk dengan dia? Dan kenapa sejak aku ngeliat tu wanita, sebuah firasat buruk akan terjadi pada diriku? Ahh, tidak! Tidak! Tepatnya akan terjadi pada keluargaku! Sudahlah! Hush hush! Hilangkan pikiran burukmu itu! Tapi kalau itu beneran akan terjadi, gimana coba?? Aissh, sudahlah, forget it!’ batinku yang telah mengacaukan pikiran dan hatiku.

Beberapa menit, kami hanya diam dan terhanyut dengan dunia pikirannya masing-masing.

“eunggh.. eunggh.. perutku sakit! Sakiiiiit bangeeet! auuuhh” erang wanita itu tiba-tiba yang telah membuyarkan keheningan diantara kami.

‘huwaaaaa, kenapa tu wanita sekarang seperti mau sekarat? Ada apa dengannya? Apakah dia hanya berakting saja? Atau.. mungkin sudah waktunya untuk melahirkan? Mungkin pilihan kedua yang betul! Secepatnya aku harus menolong dia, sebelum dia meninggal. Karena kalau dia meninggal, bisa-bisanya nanti ada gossip di majalah dengan judul “SEORANG WANITA HAMIL TUA MENIGGAL TEPAT DI RUMAH MEGAH NAN MEWAH, DI KARENAKAN TIDAK ADA YANG MENOLONG DIA SAAT KESAKITAN” atau mungkin seperti “SEORANG REMAJA PEREMPUAN YANG BERTINDAK PEMBUNUHAN KARENA KETIDAKMANUSIAANNYA TERHADAP SEORANG WANITA” huwaaaduh, aku gak mau muncul konflik seperti itu! Matilah sudah!’ pikiranku yang mulai melantur kemana-mana ==’a

Saat aku mau memapah itu wanita, tiba-tiba papa datang dari kantor dengan wajah yang tidak bisa aku gambarkan. Entah tu wajah seperti tercampur aduk antara gelisah, takut, sedih, kaget, rindu, kesal, lelah, dan.. bahagia? Aissh, sudahlah! Yang terpenting aku harus menolong ni wanita.

“Cherry, lebih baik papa aja yang gendong ni wanita. Kamu bilang ke mamah kalau mau ke rumah sakit, dan ajak mamah sekalian ya?” suruh papa

“i.iya, pa..” jawabku lalu langsung menghambur masuk kedalam rumah.

***

“dok, gimana keadaannya dia? Apakah baik-baik sajakah? Bagaimana dengan bayinya? Apakan dia selamat?” ketika dokter keluar setelah membantu proses dan memeriksanya, ayah langsung memberondong semua pertanyaan yang menurutku itu terlalu.. lebay ==’

“selamat ya, pak. Anaknya seorang perempuan yang cantik seperti ibunya. Tapi sebelumnya saya minta maaf terdahulu. Karena, sebenarnya istri anda kekurangan darah, tapi untungnya kami masih mempunyai banyak stok darah yang bergolongan B. Yang terpenting, istri anda harus istirahat terlebih dahulu dan jangan banyak bergerak. Dan, anda bisa datang ke ruangan saya sebentar setelah ini? Ada beberapa hal yang saya ingin sampaikan ke anda. Maaf, permisi.” Ucap dokter itu lalu dia pergi ke ruangan kerjanya.

‘WHAT?! ISTRI?! Sejak kapan aku mulai punya 2 mamah, hah???? Benar, firasat burukku itu pun menjadi kenyataan! Kenapa semua ini harus menimpa pada keluargaku?!! Hiks hiks, aku tidak ingin semua ini terjadi!! Yaa Tuhan, cobaan apalagi yang kau berikan kepada keluargaku! Dan yang paling aku tidak tega, yaitu mamah. Sudah terkena penyakit yang bagiku itu terlalu parah, karena penyakit itu menyerang pada jantung. Yaa Tuhan, aku tidak ingin mamah menjadi tambah beban yang harus dia tanggung, berilah jalan hidayah kepada kami semua, aku mohonnnn.. Yaa Tuhan, aku mohon!’ kataku dalam hati dan tak terasa aku sambil menangis sesegukan.

“hiks! Hiks! Hiks!” ada seseorang yang menangis tepat dibelakangku. Yaa Tuhan! Aku lupa tadi aku ngajak mamah juga. Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan biar mamah tidak menangis lagi dan merasa terhibur?

“hiks! Hiks! Hiks! Hiks!…. Auhh! Arghhh! Aduhhh! Jantungku! Jantungku! Yaa Tuuhan, apa yang akan kau..” belum selesai ngomong mamah sudah jatuh pingsan.

“hiks! Hiks! Hiks! Mamah? Mamah bangun! Mamah harus bangun! MAMAAAAAAAAAAAAHHHH! Ayolah ini tidak lucu, mah!!” kataku sambil terisak-isak.

“TOLONGG! TOLONGG! TOLONG BANTU KAMI!” teriakku untuk meminta bantuan.
Dengan sekejap, suster-suster, security, dan dokter-dokter langsung menolong kami dan menggotong mamah ke ruang UGD.

***

“DOK! Gimana keadaannya? Baik-baik sajakah??? Atau… semakin parah, dok?” tanyaku cemas.
Yaa Tuhan, semoga aja baik-baik saja. Hanya mamah dan kak Cherly yang aku punya dan yang paling cintai. Papa? Cuihh, dengar namanya  aja aku dah muak! Apalagi ngeliat ‘DIA’ langsung! Menyebalkan! Orang yang paling aku benci yaitu papah, dan.. CEWEK MURAHAN itu! Cuihhh cuihh cuihh!!! :’(

“maaf semuanya, saya telat..” tiba-tiba papa datang.

“WHAT? TELAT? Yeah, betul! TELAT! Benar-benar TELAT! Pasti papa lebih mentingin urusannya dengan WANITA MURAHAN tadi kan??? Cihh, apa sih keistimewaannya dari dia? Dah kucel, pendek, dan.. menurutku mukanya kayak genderuwo!! Jelek tidak rata!!!! Papa juga! Papa macam apa itu? Ngurusi anak? Sedikit! Ngurusi rumah? Cherry rasa NEVER! Yang bisa papa lakukan adalah.. hanya ingin melakukan seks bebas dengan wanita lain, selain mamah! Mana janji-janji papa???? HAH? Atauk..”

“CHERRY! Papa gak pernah selingkuh! Papa hanya cinta sama mamah! Dan JAGA OMONGANMU itu, CHERRY!”

“WHAT? Pliss deh! Zaman sekarang ada orang tua yang masih ngeLES segala!? Cihh! Terus kalo bukan selingkuh, terus apa namanya coba? Jelas-jelas dokternya bilang kalo ‘ISTRI ANDA baik-baik saja’ ! pah, cherry tuh tau segalanya, pah! Papa kira cherry gak tau apa yang papa lakukan selama ini, hah!? Cherry tau semuanya! Cherry dah mulai curiga, ketika cherry mendapatkan berita bahwa papa ditugaskan ke seoul! Cherry tau, kalo itu hanya akal-akalan papah doank kan biar bisa berduaan lebih lama dengan WANITA MURAHAN itu kan?? Cihh! Zaman sekarang tuh dah benar-benar deh zamannya orang mulai GILA semuanya!!” kataku dengan penuh EMOSI

Bagaimana tidak emosi?! Kalo kelakuannya papa itu udah diluar batas! Dan papa itu nggak mengakuinya daritadi! I will never to forgive my father! NEVER!

“papa sekarang diam kan? Gak bisa menjawabnya seperti apa?! Berarti apa yang dibicarakan Cherry betul kan, pah?! Papa sadar sedikit napa?? Papa pasti baru tahukan kalo mamah punya penyakit JANTUNG?” ucapku yang mulai agak melelmbut

“JA.. JAN.. JANTUNG???!!”

“tuh kan, apa kataku! Pasti papa baru tahu! Papa dengan teganya selingkuh dengan WANITA MURAHAN itu, padahal mamah lagi detik-detik menjelang AJALnya! Mana papa yang kukenal seperti dulu? Mana papa yang selalu menyayangiku? Yang selalu membuat kita-kita tersenyum, tertawa, dan.. KOMPAK??! MANA COBA??! Papa yang sekarang adalah bukan papaku yang seperti dulu!! Papa tega!! I HATE U, DAD! I WILL NEVER TO FORGIVE U, DAD!!! NEVER! Papa adik bayi yang barusan dilahirkan ke dunia, adalah anak papa sendiri! Papa! ARE U CRAZY, HAH? U WERE SO CRAZY! U WERE LIKE FUCK! I HATE U, DAD! Papa harus bertanggung jawab atas semuanya!” kataku dengan penuh penekanan.

“Cherry, papa itu ngga bermaksud untuk..”

“BERMAKSUD UNTUK APA, PA?? SUDAH JELAS-JELAS DOKTER TADI MENGATAKANNYA DIDEPAN CHERRY SAMA MAMA!! DAN JELAS-JELAS JUGA JANTUNG MAMA KAMBUH GARA-GARA DENGAR BERITA DARI DOKTER!! Apa itu semua tidak jelas, pa?” tanpa sadar air mataku keluar begitu saja.

“papa tega!! Aku ngga mau punya ayah yang seperti papa! Kamu bukan papaku!! Papaku ngga kayak gitu! Untung aja yang tau Cuma aku dan mama. Kalo sampai kak Cherly tau, pasti papa tambah kayak orang gila. Tapi, kalo papa nyuruh Cherry untuk merahasiakan dari kak Cherly, sorry pa! Cherry rasa, Cherry harus mengatakan yang sebenarnya, biar masalah ini cepat kelar! Dan Cherry rasa, sebaiknya papa berpisah sama mama! Karena, Cherry gak tega ngeliat mama dan penyakitnya itu tambah parah! Dan Cherry mohon untuk terakhir kalinya, jangan pernah datang kehidupan kami semua. Hidup emang penuh resiko, pa. Inilah resiko yang harus kita ambil, dan kita harus menjalaninya. Maaf, pa. Kalo, perkataan Cherry tadi tidak enak didengar. Dan, maaf juga, pa. Kalo, papa susah menjalaninya. Tapi, mungkin ini memang takdir buat kita semua dari Tuhan yang Mahakuasa. Dan.. tentang berpisah dengan mama, Cherry rasa harus secepatnya. Karena bila segera dipercepat, maka semua beban masalah yang kita tanggung kali ini sudah lepas. Maaf ya, pa. Papa lebih baik jangan kesini dulu. Dan mungkin ini perbincangan antara anak dan ayah yang terakhir” ucapku panjang lebar dengan penuh rasa penyesalan.

“Cherry.. papa.. huhh, maaf ya, Cherry. Sebenarnya, saat itu papa sedang mabuk. Dan, kamu tahulah orang mabuk itu seperti apa, cherry? Iya, dia gak sadar sepenuhnya apa yang telah ia perbuat setelah dia meminum segelas ataupun sebotol minuman berakohol. Dan papa mungkin saat itu dibantu sama wanita hamil itu. Dan mungkin juga, papa tanpa sadar melakukan hal yang tidak diinginkan sama seseorang yang telah mempunyai hubungan khusus. Terus, beberapa minggu kemudian, wanita hamil itu datang ke kantor papa untuk meminta pertanggung jawaban dari papa. Tapi papa ngga mau, karena menurut papa, wanita itu Cuma mengarang-ngarang saja biar bisa mendapatkan kekayaan dari papa. Tapi, ternyata papa salah. Wanita itulah yang benar bahwa anak yang dikandungnya itu anak papa sendiri, adikmu sendiri. Papa bingung, antara mau mempertanggung jawab atau meninggalkannya. Dan, wanita itu juga kasihan, karena seingat papa, rumahnya wanita itu kelihatan kumuh sekali. Tapi, pada akhirnya papa memilih untuk meninggalkannya dan menyadarkan bahwa semua itu hanya mimpi. Beberapa bulan kemudian dan hingga hari ini, ternyata wanita itu datang ke rumah kita, dan.. tiba-tiba dia mau melahirkan. Papa baru pulang dari kantor, dan papa juga cemas, takut kenapa-kenapa dengan wanita itu. Dan lagipula, papa tidak tau nama wanita itu. Mungkin memang kedengarannya sangat konyol dan mungkin ini seperti pembelaan dari papa sendiri. Tapi, semua itu papa katakan sejujur-jujurnya sama Cherry. Tidak ada kata ‘bohong’ dari ucapan papa tadi. Jadi, kalo cherry minta untuk berpisah dan menyuruh papa untuk bertanggung jawab atas segala-galanya, papa terima. Yang penting, ini baik untuk kita semua, termasuk kamu, kak Cherly, dan mama. Dan papa berjanji, tidak akan pernah mengusik kehidupan kalian lagi. Tapi, kalo ada apa-apa dan membutuhkan sesuatu, bilanglah sama papa. Mungkin papa bisa membantu dan sekalian ingin menebus kesalahan papa yang pernah papa berbuat pada kalian semua, yaa.. walaupun tidak seberapa sih.. dan pesan papa buat cherry, jangan pernah putus asa dengan harapan kamu dan teruslah tersenyum walau ‘itu’ terasa sakit. Salam buat mama sama kak Cherly ya? Jaga diri kalian baik-baik. Papa sayang kalian semua. Dan.. selamat tinggal” ucap papa yang kemudian pergi meninggalkanku sendirian yang masih nangis tersedu-sedu akibat mendengar penjelasan dari papa.

*beberapa hari kemudian*

Tak terasa tiga hari setelah papa berpisah dengan mamah, mamah meninggal dalam keadaan masalah yang tragis yang menimpa pada dirinya. Dalam kamus kehidupanku, hanya mamahlah yang aku idolakan. Ia begitu tegar dalam mengahadapi masalah yang menimpanya. Entah itu dari permasalahan dengan papa, aku dan kak cherly, dan dengan penyakitnya itu. Semoga amal mama diterima disisi-Nya. Mama teruslah berdo’a, agar kelak aku dan kak cherly menjadi orang yang sukses seperti yang mamah harapkan. Semoga disuatu hari kita semua bisa berkumpul lagi dengan papa juga, amin.

*flashback end*

Tak terasa air mataku jatuh gara-gara mengingat masa lalu yang begitu pahit. Tapi, aku harus tetap bangkit. Aku sudah berjanji dengan papa dan mama untuk terus berjuang demi semua apa yang telah aku inginkan sejak dahulu. Dan sekarang, aku sudah benar-benar mendapatkannya, tapi belum seberapa. Dan kak cherly.. dia sudah sangat sukses. Dia telah menjadi seorang desainer terkenal sedunia. Dan sekarang kabarnya, kak cherly sudah menikah dengan seorang pria yang tampan nan dewasa. Aku bangga deh dengan semua apa yang telah menimpaku. Oh iya, bagaimana kabar mamah disana ya? Semoga baik-baik saja.

Dan asalkan kalian tau, sekarang aku ini bekerja sebagai seorang dokter khususnya dibidang pembedahan. Dan masalah tentang cowok? Sebenarnya sudah punya, tapi masih baru-baru.
Harapanku kedepannya, semoga Tambah Hari Tambah Manis ^^ dan semoga jalan yang aku ambil adalah jalan yang terbaik buat diriku, mama, kak cherly, and everyone in the world ^^

-fin-

How? it’s nice? kalau jelek, maklumlah.. first gitu lohh #bangga
harap ninggalin jejak atau RCL
oiya, jangan njiplak ni cerita yaa? soalnya, sudah susah-susah saya meluangkan waktu untuk buat ini cerita

thanks before ^^

No comments:

Post a Comment