Cast:
- Cherry Song a.k.a Farihah H
- Cherly Song
Semoga bagus yaa..
cekidot..
*****
“Akhirnya pulang juga. Uuuhh, capek banget rasanya.” Keluhku sambil
menjatuhkan tubuhku diatas sofa.
“Tapi, lebih capek lagi kalau menjalani
hidupku seperti 3 tahun yang lalu” lanjutku sambil mengawang-awang.
*flashback
beginilah hidupku, penuh dengan kesusahan, penuh dengan kesengsaraan,
dan merasa kesepian. Semenjak papa selingkuh dari mamah, semua jadi
berbeda, dari keharmonisan keluarga, canda tawa, kekompakan, dan kasih
sayang yang menyelimuti dari keluarga kami, telah lenyap semua seperti
ditelan oleh bumi. Mamah setiap harinya menangis, menangis, dan menangis
itulah hobinya. Aku sampai tidak tega melihat mamah sampai terpuruk
seperti itu. Dan pada akhirnya mamah sudah waktunya untuk diambil
kembali oleh Yang Maha Kuasa. Lebih baik seperti itu, daripada aku
melihat mamah setiap harinya menangis, merenung, terpuruk, dan..
pokoknya, mamah terlihat seperti orang gila! Sampai aku gak tega
ngelihat mamah seperti itu. Semoga aja amalannya mamah bisa diterima
disisi-Nya, AMIN!
*flashback
Waktu pun terus berputar, aku baru tau kalo mamah terkena penyakit
jantung, dan penyakitnya itu sudah sangat parah. Aku tau karna aku tidak
sengaja membaca kertas diatas meja rias mamah, dan ternyata isinya
tentang –ya tau sendirilah. Terkadang aku heran, kenapa mamah masih bisa
bertahan dengan papa dengan keadaan kondisinya yang seperti itu??
Rasanya aku ingin menangis, tapi apa gunanya? Toh, semua itu telah
terjadi. Andai saja masa lalu yang penuh dengan kebahagiaan itu bisa
terulang.
Beberapa hari kemudian di sore hari, tiba-tiba datang seorang wanita
yang sedang hamil tapi sepertinya umurnya nggak jauh-jauh amet dari
umurku, ya walaupun terkesan agak lebih tua dariku. Lalu wanita itupun
bertanya sesuatu padaku. Tapi yang lebih mengejutkan, kenapa dia hanya
bertanya tentang papaku? Apa hubungannya dia dengan papaku? Dengan penuh
penasaran dan curiga pun muncul dalam benakku, dan pada akhirnya aku
tanya ke wanita itu.
“eumm, kalau boleh tau apa hubungannya anda dengan ayah saya ya?” tanyaku.
“AYAH?”
memang ada yang salah? Kenapa dia begitu kaget saat aku menyatakan bahwa lelaki yang dimaksud dia adalah papaku?
‘hm, saatnya menyelidiki nih’ curigaku dalam hati.
“iya, AYAH saya. Memangnya kenapa ya? Ada yang salahkah?”
“eunggh, tidak, tidak kok” katanya dengan senyum yang menurutku itu senyum yang dipaksa.
Dengan jawaban seperti itu dari dia, aku masih belum puas. Tapi,
sebaiknya tidak usah dilanjutkan deh. Toh, besok aku akan.. ahh tidak,
maksudku sekarang, aku akan menyelidiki apa yang telah papa lakukan
selama ini! Dan sebelumnya, itu wanita kelihatan seperti wanita
murahan! Iyekks, ngeliat tampangnya aja aku dah MUAK -o-
‘Ya! Kenapa aku jadi berpikiran buruk dengan dia? Dan kenapa sejak
aku ngeliat tu wanita, sebuah firasat buruk akan terjadi pada diriku?
Ahh, tidak! Tidak! Tepatnya akan terjadi pada keluargaku! Sudahlah! Hush
hush! Hilangkan pikiran burukmu itu! Tapi kalau itu beneran akan
terjadi, gimana coba?? Aissh, sudahlah, forget it!’ batinku yang telah
mengacaukan pikiran dan hatiku.
Beberapa menit, kami hanya diam dan terhanyut dengan dunia pikirannya masing-masing.
“eunggh.. eunggh.. perutku sakit! Sakiiiiit bangeeet! auuuhh” erang
wanita itu tiba-tiba yang telah membuyarkan keheningan diantara kami.
‘huwaaaaa, kenapa tu wanita sekarang seperti mau sekarat? Ada apa
dengannya? Apakah dia hanya berakting saja? Atau.. mungkin sudah
waktunya untuk melahirkan? Mungkin pilihan kedua yang betul! Secepatnya
aku harus menolong dia, sebelum dia meninggal. Karena kalau dia
meninggal, bisa-bisanya nanti ada gossip di majalah dengan judul
“SEORANG WANITA HAMIL TUA MENIGGAL TEPAT DI RUMAH MEGAH NAN MEWAH, DI
KARENAKAN TIDAK ADA YANG MENOLONG DIA SAAT KESAKITAN” atau mungkin
seperti “SEORANG REMAJA PEREMPUAN YANG BERTINDAK PEMBUNUHAN KARENA
KETIDAKMANUSIAANNYA TERHADAP SEORANG WANITA” huwaaaduh, aku gak mau
muncul konflik seperti itu! Matilah sudah!’ pikiranku yang mulai
melantur kemana-mana ==’a
Saat aku mau memapah itu wanita, tiba-tiba papa datang dari kantor
dengan wajah yang tidak bisa aku gambarkan. Entah tu wajah seperti
tercampur aduk antara gelisah, takut, sedih, kaget, rindu, kesal, lelah,
dan.. bahagia? Aissh, sudahlah! Yang terpenting aku harus menolong ni
wanita.
“Cherry, lebih baik papa aja yang gendong ni wanita. Kamu bilang ke
mamah kalau mau ke rumah sakit, dan ajak mamah sekalian ya?” suruh papa
“i.iya, pa..” jawabku lalu langsung menghambur masuk kedalam rumah.
***
“dok, gimana keadaannya dia? Apakah baik-baik sajakah? Bagaimana
dengan bayinya? Apakan dia selamat?” ketika dokter keluar setelah
membantu proses dan memeriksanya, ayah langsung memberondong semua
pertanyaan yang menurutku itu terlalu.. lebay ==’
“selamat ya, pak. Anaknya seorang perempuan yang cantik seperti
ibunya. Tapi sebelumnya saya minta maaf terdahulu. Karena, sebenarnya
istri anda kekurangan darah, tapi untungnya kami masih mempunyai banyak
stok darah yang bergolongan B. Yang terpenting, istri anda harus
istirahat terlebih dahulu dan jangan banyak bergerak. Dan, anda bisa
datang ke ruangan saya sebentar setelah ini? Ada beberapa hal yang saya
ingin sampaikan ke anda. Maaf, permisi.” Ucap dokter itu lalu dia pergi
ke ruangan kerjanya.
‘WHAT?! ISTRI?! Sejak kapan aku mulai punya 2 mamah, hah???? Benar,
firasat burukku itu pun menjadi kenyataan! Kenapa semua ini harus
menimpa pada keluargaku?!! Hiks hiks, aku tidak ingin semua ini
terjadi!! Yaa Tuhan, cobaan apalagi yang kau berikan kepada keluargaku!
Dan yang paling aku tidak tega, yaitu mamah. Sudah terkena penyakit yang
bagiku itu terlalu parah, karena penyakit itu menyerang pada jantung.
Yaa Tuhan, aku tidak ingin mamah menjadi tambah beban yang harus dia
tanggung, berilah jalan hidayah kepada kami semua, aku mohonnnn.. Yaa
Tuhan, aku mohon!’ kataku dalam hati dan tak terasa aku sambil menangis
sesegukan.
“hiks! Hiks! Hiks!” ada seseorang yang menangis tepat dibelakangku.
Yaa Tuhan! Aku lupa tadi aku ngajak mamah juga. Bagaimana ini? Apa yang
harus aku lakukan biar mamah tidak menangis lagi dan merasa terhibur?
“hiks! Hiks! Hiks! Hiks!…. Auhh! Arghhh! Aduhhh! Jantungku!
Jantungku! Yaa Tuuhan, apa yang akan kau..” belum selesai ngomong mamah
sudah jatuh pingsan.
“hiks! Hiks! Hiks! Mamah? Mamah bangun! Mamah harus bangun!
MAMAAAAAAAAAAAAHHHH! Ayolah ini tidak lucu, mah!!” kataku sambil
terisak-isak.
“TOLONGG! TOLONGG! TOLONG BANTU KAMI!” teriakku untuk meminta bantuan.
Dengan sekejap, suster-suster, security, dan dokter-dokter langsung menolong kami dan menggotong mamah ke ruang UGD.
***
“DOK! Gimana keadaannya? Baik-baik sajakah??? Atau… semakin parah, dok?” tanyaku cemas.
Yaa Tuhan, semoga aja baik-baik saja. Hanya mamah dan kak Cherly yang
aku punya dan yang paling cintai. Papa? Cuihh, dengar namanya aja aku
dah muak! Apalagi ngeliat ‘DIA’ langsung! Menyebalkan! Orang yang paling
aku benci yaitu papah, dan.. CEWEK MURAHAN itu! Cuihhh cuihh cuihh!!!
:’(
“maaf semuanya, saya telat..” tiba-tiba papa datang.
“WHAT? TELAT? Yeah, betul! TELAT! Benar-benar TELAT! Pasti papa lebih
mentingin urusannya dengan WANITA MURAHAN tadi kan??? Cihh, apa sih
keistimewaannya dari dia? Dah kucel, pendek, dan.. menurutku mukanya
kayak genderuwo!! Jelek tidak rata!!!! Papa juga! Papa macam apa itu?
Ngurusi anak? Sedikit! Ngurusi rumah? Cherry rasa NEVER! Yang bisa papa
lakukan adalah.. hanya ingin melakukan seks bebas dengan wanita lain,
selain mamah! Mana janji-janji papa???? HAH? Atauk..”
“CHERRY! Papa gak pernah selingkuh! Papa hanya cinta sama mamah! Dan JAGA OMONGANMU itu, CHERRY!”
“WHAT? Pliss deh! Zaman sekarang ada orang tua yang masih ngeLES
segala!? Cihh! Terus kalo bukan selingkuh, terus apa namanya coba?
Jelas-jelas dokternya bilang kalo ‘ISTRI ANDA baik-baik saja’ ! pah,
cherry tuh tau segalanya, pah! Papa kira cherry gak tau apa yang papa
lakukan selama ini, hah!? Cherry tau semuanya! Cherry dah mulai curiga,
ketika cherry mendapatkan berita bahwa papa ditugaskan ke seoul! Cherry
tau, kalo itu hanya akal-akalan papah doank kan biar bisa berduaan lebih
lama dengan WANITA MURAHAN itu kan?? Cihh! Zaman sekarang tuh dah
benar-benar deh zamannya orang mulai GILA semuanya!!” kataku dengan
penuh EMOSI
Bagaimana tidak emosi?! Kalo kelakuannya papa itu udah diluar batas!
Dan papa itu nggak mengakuinya daritadi! I will never to forgive my
father! NEVER!
“papa sekarang diam kan? Gak bisa menjawabnya seperti apa?! Berarti
apa yang dibicarakan Cherry betul kan, pah?! Papa sadar sedikit napa??
Papa pasti baru tahukan kalo mamah punya penyakit JANTUNG?” ucapku yang
mulai agak melelmbut
“JA.. JAN.. JANTUNG???!!”
“tuh kan, apa kataku! Pasti papa baru tahu! Papa dengan teganya
selingkuh dengan WANITA MURAHAN itu, padahal mamah lagi detik-detik
menjelang AJALnya! Mana papa yang kukenal seperti dulu? Mana papa yang
selalu menyayangiku? Yang selalu membuat kita-kita tersenyum, tertawa,
dan.. KOMPAK??! MANA COBA??! Papa yang sekarang adalah bukan papaku yang
seperti dulu!! Papa tega!! I HATE U, DAD! I WILL NEVER TO FORGIVE U,
DAD!!! NEVER! Papa adik bayi yang barusan dilahirkan ke dunia, adalah
anak papa sendiri! Papa! ARE U CRAZY, HAH? U WERE SO CRAZY! U WERE LIKE
FUCK! I HATE U, DAD! Papa harus bertanggung jawab atas semuanya!” kataku
dengan penuh penekanan.
“Cherry, papa itu ngga bermaksud untuk..”
“BERMAKSUD UNTUK APA, PA?? SUDAH JELAS-JELAS DOKTER TADI
MENGATAKANNYA DIDEPAN CHERRY SAMA MAMA!! DAN JELAS-JELAS JUGA JANTUNG
MAMA KAMBUH GARA-GARA DENGAR BERITA DARI DOKTER!! Apa itu semua tidak
jelas, pa?” tanpa sadar air mataku keluar begitu saja.
“papa tega!! Aku ngga mau punya ayah yang seperti papa! Kamu bukan
papaku!! Papaku ngga kayak gitu! Untung aja yang tau Cuma aku dan mama.
Kalo sampai kak Cherly tau, pasti papa tambah kayak orang gila. Tapi,
kalo papa nyuruh Cherry untuk merahasiakan dari kak Cherly, sorry pa!
Cherry rasa, Cherry harus mengatakan yang sebenarnya, biar masalah ini
cepat kelar! Dan Cherry rasa, sebaiknya papa berpisah sama mama! Karena,
Cherry gak tega ngeliat mama dan penyakitnya itu tambah parah! Dan
Cherry mohon untuk terakhir kalinya, jangan pernah datang kehidupan kami
semua. Hidup emang penuh resiko, pa. Inilah resiko yang harus kita
ambil, dan kita harus menjalaninya. Maaf, pa. Kalo, perkataan Cherry
tadi tidak enak didengar. Dan, maaf juga, pa. Kalo, papa susah
menjalaninya. Tapi, mungkin ini memang takdir buat kita semua dari Tuhan
yang Mahakuasa. Dan.. tentang berpisah dengan mama, Cherry rasa harus
secepatnya. Karena bila segera dipercepat, maka semua beban masalah yang
kita tanggung kali ini sudah lepas. Maaf ya, pa. Papa lebih baik jangan
kesini dulu. Dan mungkin ini perbincangan antara anak dan ayah yang
terakhir” ucapku panjang lebar dengan penuh rasa penyesalan.
“Cherry.. papa.. huhh, maaf ya, Cherry. Sebenarnya, saat itu papa
sedang mabuk. Dan, kamu tahulah orang mabuk itu seperti apa, cherry?
Iya, dia gak sadar sepenuhnya apa yang telah ia perbuat setelah dia
meminum segelas ataupun sebotol minuman berakohol. Dan papa mungkin saat
itu dibantu sama wanita hamil itu. Dan mungkin juga, papa tanpa sadar
melakukan hal yang tidak diinginkan sama seseorang yang telah mempunyai
hubungan khusus. Terus, beberapa minggu kemudian, wanita hamil itu
datang ke kantor papa untuk meminta pertanggung jawaban dari papa. Tapi
papa ngga mau, karena menurut papa, wanita itu Cuma mengarang-ngarang
saja biar bisa mendapatkan kekayaan dari papa. Tapi, ternyata papa
salah. Wanita itulah yang benar bahwa anak yang dikandungnya itu anak
papa sendiri, adikmu sendiri. Papa bingung, antara mau mempertanggung
jawab atau meninggalkannya. Dan, wanita itu juga kasihan, karena seingat
papa, rumahnya wanita itu kelihatan kumuh sekali. Tapi, pada akhirnya
papa memilih untuk meninggalkannya dan menyadarkan bahwa semua itu hanya
mimpi. Beberapa bulan kemudian dan hingga hari ini, ternyata wanita itu
datang ke rumah kita, dan.. tiba-tiba dia mau melahirkan. Papa baru
pulang dari kantor, dan papa juga cemas, takut kenapa-kenapa dengan
wanita itu. Dan lagipula, papa tidak tau nama wanita itu. Mungkin memang
kedengarannya sangat konyol dan mungkin ini seperti pembelaan dari papa
sendiri. Tapi, semua itu papa katakan sejujur-jujurnya sama Cherry.
Tidak ada kata ‘bohong’ dari ucapan papa tadi. Jadi, kalo cherry minta
untuk berpisah dan menyuruh papa untuk bertanggung jawab atas
segala-galanya, papa terima. Yang penting, ini baik untuk kita semua,
termasuk kamu, kak Cherly, dan mama. Dan papa berjanji, tidak akan
pernah mengusik kehidupan kalian lagi. Tapi, kalo ada apa-apa dan
membutuhkan sesuatu, bilanglah sama papa. Mungkin papa bisa membantu dan
sekalian ingin menebus kesalahan papa yang pernah papa berbuat pada
kalian semua, yaa.. walaupun tidak seberapa sih.. dan pesan papa buat
cherry, jangan pernah putus asa dengan harapan kamu dan teruslah
tersenyum walau ‘itu’ terasa sakit. Salam buat mama sama kak Cherly ya?
Jaga diri kalian baik-baik. Papa sayang kalian semua. Dan.. selamat
tinggal” ucap papa yang kemudian pergi meninggalkanku sendirian yang
masih nangis tersedu-sedu akibat mendengar penjelasan dari papa.
*beberapa hari kemudian*
Tak terasa tiga hari setelah papa berpisah dengan mamah, mamah
meninggal dalam keadaan masalah yang tragis yang menimpa pada dirinya.
Dalam kamus kehidupanku, hanya mamahlah yang aku idolakan. Ia begitu
tegar dalam mengahadapi masalah yang menimpanya. Entah itu dari
permasalahan dengan papa, aku dan kak cherly, dan dengan penyakitnya
itu. Semoga amal mama diterima disisi-Nya. Mama teruslah berdo’a, agar
kelak aku dan kak cherly menjadi orang yang sukses seperti yang mamah
harapkan. Semoga disuatu hari kita semua bisa berkumpul lagi dengan papa
juga, amin.
*flashback end*
Tak terasa air mataku jatuh gara-gara mengingat masa lalu yang begitu
pahit. Tapi, aku harus tetap bangkit. Aku sudah berjanji dengan papa
dan mama untuk terus berjuang demi semua apa yang telah aku inginkan
sejak dahulu. Dan sekarang, aku sudah benar-benar mendapatkannya, tapi
belum seberapa. Dan kak cherly.. dia sudah sangat sukses. Dia telah
menjadi seorang desainer terkenal sedunia. Dan sekarang kabarnya, kak
cherly sudah menikah dengan seorang pria yang tampan nan dewasa. Aku
bangga deh dengan semua apa yang telah menimpaku. Oh iya, bagaimana
kabar mamah disana ya? Semoga baik-baik saja.
Dan asalkan kalian tau, sekarang aku ini bekerja sebagai seorang
dokter khususnya dibidang pembedahan. Dan masalah tentang cowok?
Sebenarnya sudah punya, tapi masih baru-baru.
Harapanku kedepannya, semoga Tambah Hari Tambah Manis ^^ dan semoga
jalan yang aku ambil adalah jalan yang terbaik buat diriku, mama, kak
cherly, and everyone in the world ^^
-fin-
How? it’s nice? kalau jelek, maklumlah.. first gitu lohh #bangga
harap ninggalin jejak atau RCL
oiya, jangan njiplak ni cerita yaa? soalnya, sudah susah-susah saya meluangkan waktu untuk buat ini cerita
thanks before ^^
No comments:
Post a Comment