Cast:
- Azalea Kim
- Lee Soo Man
Other Cast:
- Super Junior
***
Cheonsa POV
Hai, perkenalkan
namaku Azalea atau kalian bisa memanggilku Cheonsa. Cheonsa? Seperti nama korea
kan? Yups! Aku keturunan Indo-korea. Mummy itu dari indonesia, sedangkan Daddy
itu dari korea. Aku memiliki mata, dan hidung seperti mummy, sedangkan yang
lainnya yaa seperti kulit dan bibir itu lebih ke daddy.
Kenapa aku
memanggil ibuku dengan sebutan mummy dan memanggil ayahku dengan sebutan daddy?
Yeah, karena aku bingung. Bila aku memanggil eomma atau momma dan appa atau
poppa, itu terasa aneh. Apalagi dengan sebutan ibu, bunda, mama, ayah, bapak,
papa itu lebih terasa aneh lagi kalo didengar.
Oiya, asal-usul
namaku itu dari sebuah nama tanaman, yaitu azalea. Azalea yang berarti ‘nama
tanaman yang berbunga indah’ dan sedangkan Kim itu ngambil dari marganya
daddyku. So, jadilah Azalea Kim, hihi :D
Kenapa aku jadi
blak-blakan gini yaa? Haha
***
‘tok tok tok’
Pintu depan diketuk oleh seseorang.
“siapa ya?”
tanyaku dari dalam dengan bahasa indonesia yang fasih.
“permisi..”
‘ceklek’
“oh.. ada yang
bisa saya bantu, pak?”
“ini, dik,
kiriman dari Pak Adnan *pura-puranya ini namanya Soo Man ahjusshi*”
“Adnan? Tapi saya
tidak pernah merasa kenal dengan nama itu, pak. Mungkin salah alamat, pak.”
“tidak kok. Saya
benar. Ini lihat aja alamat yang tertera di kotak ini”
Dan ternyata
betul. Tapi.. sudahlah.
“oh, baiklah.
“kalau begitu,
bolehkah saya meminta tanda tangannya dulu, dik?”
“baiklah, pak.
Kalau begitu, tolong taruh di meja tamu donk, pak. Maaf sebelumnya ngerepotin.”
“oh, baiklah,
dik.”
“nah, sudah kan.
Kalau begitu, terima kasih, dik. Kalau begitu saya pamit dulu.”
“seharusnya saya
yang terima kasih, pak.” Jawabku dengan senyum.
‘ceklek’ pintu
tertutup kembali.
“kira-kira ini
apa ya? dari Pak Adnan? Aku tidak pernah dengar itu nama? Apakah itu temannya
daddy? Tapi, kalau temannya daddy, harusnya pak tukang pos itu nyarinya daddy,
bukan aku. Aissh, bingung kan akhirnya! Lebih baik aku buka sekarang aja deh”
ucapku yang mulai gak jelas.
“huwaaa, ada
headphone, ada sebuah kotak iPod masih segel lagi, dan.. huwaaaaaaaa! Kotaknya
iPhone 5. gila abis! Kaya banget ini orang?! Tapi.. tunggu dulu.. ada sebuah
surat didalam kotak..”
Dear, Azalea Kim.
Annyeong haseyo..
Kau masih ingat saya kan? Saya adalah orang yang
pernah anda tolongi saat saya di Jakarta. Sebelumnnya perkenalkan nama saya Lee
Soo Man, direktur dari perusahaan ternama di korea selatan, yaitu
SMEntertainment. Tujuan saya menulis surat ini adalah ingin mengundang anda
untuk mengikuti audisi di korea selatan. Audisi untuk menjadi ‘BIG STAR’.
Jarang-jarang lho saya membuat undangan untuk mengikuti audisi seperti ini. Saya
sebelumnya sudah pernah membicarakan masalah ini pada kedua orang tua anda. Dan
orang tua anda menyetujuinya, asalkan putri kesayangannya harus aman dan
terjaga. Walaupun orang tua anda sudah menyetujuinya, saya tetap harus meminta
konfirmasi terdahulu dari anda. Bagimana? Kalau tidak mau, tidak apa-apa. Tapi
kalau mau, bisa memberikan konfirmasinya lewat email saya lsm@yahoo.com. Saya tunggu konfirmasi dari
anda.
Mungkin sudah dulu surat dari saya. Dan tolong
berikan konfirmasinya, secepatnya. Terima kasih sebelumnya.
Greeting,
Lee Soo Man.
“ne? naneun?
Mengikuti audisi disana? Eottae? Bagaimana bisa? Hanya kejadian kecelakaan
kecil seperti itu bisa menimbulkan kejutan besar seperti ini? Aissh, pasti
ini JD ‘Just Dream’ right? Coba kucubit dulu tanganku. AUU! Tidak, ini tidak
mimpi ternyata. Wah, tak kusangka kalau jadinya seperti ini, hihi. Senangnya..”
‘drrt drrt drrt’
because I’m naughty naughty..
“hallo..”
“...”
“iya, dad! Aku
udah dapat kotaknya!” jawabku dengan penuh semangat 45’
“...”
“baiklah, dad..
aza juga mau buka internet nih..”
“...”
“eo, jaljayo ddo, daddy”
“...”
“kkk :D nde,
annyeong, daddy”
‘ceklek’
sambunganpun terputus.
“waktunya buka
email nih. Rasanya udah lama gak buka emailku. Kira-kira inboxnya udah ada
berapa ya?”
From: azlk@yahoo.com
To: lsm@yahoo.com
Annyeong haseyo, sajangnim..
Sajangnim? Sepertinya mulai dari sekarang saya
harus memanggil anda ‘sajangnim’ deh. Dan kenapa mulai dari sekarang saya
memanggil anda dengan sebutan sajangnim? Karena, saya ingin memberikan
informasi bahwa saya menerima tawaran anda. Sebelumnya, saya sangat berterima
kasih kepada anda.
Kalau begitu, kapan saya bisa berangkat ke korea
selatan ya, sajangnim? Mungkin hanya ini saja yang saya ingin sampaikan. Gamsahamnida.
“ahh, pada
akhirnya sudah kubalas juga.. kira-kira kapan ya aku bisa berangkat dan tinggal
disana? Apakah aku disana bisa bertemu dengan idolaku? Yaitu.. Super Junior!
Hihi. Gak sabar deh jadinya.” Ucapku yang udah mulai nglantur kemana-mana.
***
'tok tok tok'
“aza-yaa..”
“aza-yaa..”
‘ceklek’
“aza-ya.. ireona,
ppali! Sooman ahjusshi sudah menunggu dibawah! Ppali!” ucap seseorang yang
telah mengganggu tidurku.
“aissh, nugu?
Daddy? Hhh, Aku capek, aku mau tidur, dad!” seruku.
“katanya ingin
mengejar impianmu di korea selatan sana? Tuh, orangnya dah datang. Siapa
namanya? Daddy lupa. Ah! Lee Soo Man. Daddy ingat sekarang. Ppali ireon..”
“mwo? Sooman
ahjusshi? Eoddiga?”
“dibawah.”
“huwaaaa. Aku
belum mandi, dad.”
“yasudah. Sana
mandi dulu. Jangan lama-lama mandinya lho. Arraji?”
“arra.”
“eh, jamkamman.
Bajunya sudah dipersiapkan belum tadi malam?”
“sudah, dad. habis membaca surat, aza langsung mempersiapkan semuanya, niar tidak mendadak. dan.. benar, ini mendadak. dah ah, Aza
mau mandi dulu sekrang!”
“arra arra.
Yasudah, daddy tunggu dibawah ya? Ppali!”
“hm, nde, dad.”
***
“daddy...”
“eo, itu dia.
Cepat kemari.” Ajak daddy.
“eh? Benarkah ini
Sooman ahjusshi itu?”
“hehe, bukan
saya, aza.”
‘eh? Dia
berbahasa indonesia. Berarti benar, ini bukan sooman ahjusshi’
“aza, duduk dulu
napa? Gak sopan ah seperti itu terhadap tamu” ucap mummy tiba-tiba sambil
membawakan gelas yang isinya teh.
“iya, mum.”
“silahkan
diminum.” Ucap mummy mempersilahkan lalu duduk disebelahnya daddy.
“iya. Terima
kasih.”
“aza-ya, ini
teman daddy yang akan mengantarkan aza ke bandara soekarno-hatta.”
“eh? Emangnya
sooman ahjusshi sudah balas emailku ya, dad?”
“iya. Tadi pagi
daddy minjam laptopnya aza untuk buka emailnya daddy. Eh, tapi ternyata aza
belum sign out dari emailnya aza. Saat daddy ingin sign out, daddy tidak sengaja melihat sebuah alamat email lsm@yahoo.com. Daddy akhirnya buka itu
inbox. Dan ternyata apa isinya coba? Kamu disuruh langsung ke koreanya hari
ini? Mengejutkan bukan? Daddy sama mummy aja juga terkejut dengan itu berita.
Tapi pada akhirnya kami tahu, bahwa anak daddy dan mummy itu sudah besar dan
seharusnya bisa mengejar impiannya. Yaa walupun dengan cara tak terduga.”
“jeongmal?
Benarkah? Huwaaa, jadi gak sabar deh nyampai disana”
“hehe. Tapi ingat
ya pesan dari mummy. Jangan pernah berkata bohong pada siapapun, jaga hati,
pikiran, dan dirimu baik-baik ya, aza?”
“iya, mum”
“dan.. kalau ada
apa-apa bilang saja ke kami, orang tuamu. Dan selalu ingatlah bahwa kami ini
orang tuamu, bukan siapa-siapa ok?”
“aissh, daddy.
Emangnya nanti aza mengira kalo mummy dan daddy itu siapa?”
“yaa whoever lah
itu. Jangan jadi anak yang nakal ya, nak?” ucap mummy yang sudah menitikkan air
matanya.
“mummy.. kenapa
jadi nangis gini sih? Aza gak suka ah kalo ngelihat mummy nangis kayak gitu.”
“aza..”
“daddy juga!
Jangan ikut-ikutan donk.. kan aza jadi ikut sedih kan?”
“maaf. Mummy
sedih aja, kenapa harus berpisah dengan anak kesayangan mummy. Benar apa kata
daddymu. Jangan jadi anak yang nakal ya?”
“iya, mum.”
Jawabku sambil nangis tersedu-sedu.
“jaga dirimu
baik-baik ya, nak.”
“iya, dad.”
“eungg, permisi.
Pemberangkatan pesawatnya sebentar lagi akan lepas landas.”
“baiklah.
Jaljayo, cheon-ah..” ucap daddy sambil memelukku dengan erat.
“jaga dirimu
baik-baik ya, nak..” gantian mummy yang memelukku sangat erat, seolah-olah ini
adalah perpisahan untuk yang terakhir kalinya.
“dad.. mum.. jada
diri kalian baik-baik juga yaa..” ucapku lalu keluar rumah dan menaikki sebuah
mobil.
“bye bye, daddy..
mummy..” teriakku dari kejauhan sambil melambaikan tangan. Mum and dad
membalasnya dengan penuh kasih sayang.
Mobilpun
berangkat dan jaraknya semakin jauh dari rumah.
‘mum, dad..
jaljayo ddo..’ ucapku dalam hati.
***
“baiklah. Saya
hanya mengantarkar adik sampai disini.” Ucap temannya daddy.
“eo, baiklah.
Terima kasih sudah mengantarkan saya ke sini.”
“pemberangkatan
menuju Seoul, korea selatan tinggal 10 menit lagi” pengumunan tentang
pemberangkatanpun sudah diumumkan.
“kalau begitu
saya pulang dulu ya, dik.”
“tunggu! Tolong
kasih ini pada mummy and daddy. Jangan sampai hilang ya? Karena ini sangat
berarti buat saya dan orang tua saya. Terima kasih”
“baiklah. Semoga
selamat sampai tujuan ya, dik.”
“terima kasih.”
Ucapku lalu berlarian menuju kedalam.
***
“huwaaa..
akhirnya nyampai juga di negara ginseng ini. Hmmm, segarnya udara kali ini” ucapku
dengan senyum semangatku.
“tapi.. kenapa
setibanya disini tidak ada yang menjemputku?” ucapku yang udah mulai panik.
“mungkin aku
harus menunggunya di tempat duduk-dudukan itu.” Ucapku lalu berjalan ke arah
sana dan langsung duduk.
½ jam kemudian...
“aissh, lama
banget sih! Lebih baik dengerin lagu aja deh, daripada mati karena bosan!”
ucapku mulai jengah.
Di tengah-tengah
kegiatanku, tiba-tiba..
“apakah benar ini
Kim Cheonsa atau tepatnya Azalea Kim?” tanya seseorang.
‘eh sepertinya
aku kenal ini orang’ ucapku dalam hati.
“eh? Eurr, iya.
Ini saya Azalea Kim. Anda siapa ya?” ucapku dengan memakai berbahasa korea
secara fasih.
“saya adalah
orang yang disuruh untuk menjemput anda disini.”
‘kenapa di dunia
ini orang suka memakai bahasa formal sih?’ pikirku mulai jengkel.
“eo, baiklah. Arraseumnida.
Kalau begitu ayo kita pergi dari tempat ini.”
“hm.”
‘hanya hm? Aissh!’
***
‘ceklek’ ‘ceklek’
pintu mobil di tutup dengan bebarengan.
“hhh, lega juga
akhirnya.. gak usah pake penyamaran segala..”
“e.. ehh? Kau..”
ucapku kikuk sambil menunjuk padanya dan dengan expresi tidak percaya.
- TBC –
Eotte? Kira-kira siapa ya yang jemput aza?
Salah satu anggota Super Junior kah? Atau dari SHINee kah? Yang pasti bukan
kalian. Hehehe #plakk
Author minta RCL dari kalian, atau kalian
boleh meninggalkan jejak dahulu disini.
Thx before ^^
No comments:
Post a Comment