Cast:
- Azalea Kim
- Cho Kyuhyun
Other Cast:
- Shin Dongho
Author:
- Kim Cheonsa a.ka Farihah Hayuningtyas
Cekidot..
***
Inilah hari yang
ditunggu-tunggu oleh seorang yeoja yang bernama Azalea Kim atau bisa dipanggil Kim
Cheonsa. Yeoja itu berdarah campuran dari Perancis dan Korea Selatan. Kenapa
hari itu, hari yang sangat ia tunggu-tunggu dari kemarin? Jawabannya.. Yups!
Karena dia akan kembali ke negara ginseng, negara yang dimana asal-mulanya
ayahnya lahir, awal kehidupan yeoja itu, dan satu hal.. awal-mulanya ia baru
mengerti apa arti cinta itu sesungguhnya.
Dia sudah
berjanji dengan sesseorang bahwa pada suatu hari nanti ia akan kembali ke
negara ginseng itu dan yeoja itu telah berjanji bahwa ‘orang’ itu akan pertama
kali ia lihat saat ia kembali menampakkan batang hidungnya di negara ginseng
tersebut.
Tetapi.. Sebuah
kabar buruk telah menimpanya.
***
Azalea POV
“huwaaa, capek
sekali rasanya setelah menempuh kurang lebih 6 jam-an berdiam diri di pesawat.
Setelah ini aku ingin tidur ahh. Tapi.. kok rasanya ada yang mengganjal ya?
Mana orang yang sok imut itu?”
Yepz! Akhirnya
aku sudah sampai di negara ginseng ini. Tapi, kenapa orang yang aku tunggu-tunggu
itu tidak kelihatan batang hidungnya sama sekali? Apa yang terjadi padanya?
Apakah dia sebelumnya kena kecelakaan saat ia ingin menjemputku di bandara??
Aissh, kenapa sekarang aku suka bernegative thingking dulu?! Lebih baik aku
menunggu dia aja deh.
Setengah jam...
1 jam...
2 jam...
2 setengah jam..
“aissh, kenapa
lama sekali itu orang?? Apa kebiasaan lemotnya itu masih ya?” gerutuku.
Drrt.. drrt..
‘Because I’m
naughty naughty..’
Cecunguk~
‘mwoya? Buat apa
si cecunguk *?* itu nelpon?’
“...”
“yoboseyo”
“...”
“eo, waeyo?”
“...”
“naneun? Aku ada
di bandara incheon. Wae geure? Neo eoddiga? Ahh, kau ingin menjemputku ya?”
“...”
“aissh!
Arraseoyo!”
“...”
“hm, nde, arreo.
Neo, aku tunggu. Ppalinde? Jangan lama-lama!”
“...”
“aissh, NDE!
Annyeong!”
BIP.
Sambungan
telefonpun terputus. Issh! Menyebalkan punya teman seperti dia. Tapi dengan begitu
ia tetap temanku donk -,- keunde, jamkaman. Buat apa dia ingin menjemputku?
Kenapa tidak si tuan sok imut itu? Aissh, lebih baik aku tunggu aja deh. Yang
penting kan aku dijemput :D #plakk
***
KyuhyunPOV
Apakah hari ini
ia beneran kembali kesini? Betulkah itu? Tapi.. apakah dia sudah tau bahwa
orang yang paling penting dalam kehidupannya itu telah tiada? Tapi kalo sudah
tau dari dulu, pasti sudah dari 2 bulan yang lalu dia kesini, tapi kenapa 2
bulan yang lalu dia tidak kesini? Ah, berarti dia belum tau. Apa sebaiknya aku
beritahu dia sekarang? Ahh, andwe! Pasti sekarang dia udah disini. Sebaiknya
aku jemput dia dulu. Tapi bagaimana nanti kalo aku udah disana, dia malah tidak
ada di seoul? Aissh, lebih baik aku telpon dulu deh.
Tutt.. tutt..
“yoboseyo”
“...”
“igeo.. benar
nomornya Kim Cheonsa kan?”
“...”
“neo, eoddigayo?”
“...”
“aissh! Yakk!
Sifat narsismu itu masih aja nempel dalam dirimu ya!”
“...”
“eo, geure, aku
akan jemput kesana.”
“...”
“ARRASEO! Jangan
sampai kamu pesan taksi dulu, AWAS!”
“...”
FLIP! Kututup
hape LG Lollipop biruku.
‘aissh, masih aja
orang seperti dia?! Apa lagi dia itu yeoja! -,-a huhh, jjinca’
Sebaiknya aku
jemput dia sekarang. Kan kasian dia menunggu lama di musim dingin seperti ini.
Kasian? Cihh, lebih tepatnya aku ingin cepat-cepat memberitahukan kabar ke dia,
tapi dengan cara pelan-pelan, dengan cara kasarpun juga gakpapa #plakk
***
Azalea POV
Daripada boring,
lebih baik main game aja ah. Game? Pasti kalian fikir aku itu hobbynya
ikut-ikutan sama si cecunguk itu kan? Tapi sebenarnya tidak. Saat itu kami
bersahabat dengan cara yang tak terduga, begitu pula denganku. Aku aja awal
mulanya bingung, kok bisa ya kita bertiga bersahabat dengan cara yang aneh
seperti itu? Bertiga? Yups! Diantara aku dan si cecunguk itu ada seseorang
lagi, yaitu orang yang biasa aku panggil ‘Tuan Sok Imut’. Dan sedangkan dia
memanggilku ‘Miss Galak’. Yeah, aku emang galak sih dengan siapapun. Tapi,
tentunya aku masih ngerti tentang norma kesopanan donk. Dan kalian tau,
gini-gini aku juga suka sama seseorang lho.. kalian ingin tau? Orang itu adalah
orang yang selalu aku ejek-ejek dan selalu aku jodoh-jodohin dengan yeoja lain,
dan terkadang itu membuatku ‘KREK’ cemburu, hehe. Tapi bukan si cecunguk itu
lho ya, yang pasti bukan DIA -,-a. Orang yang aku sukai adalah orang yang
dimana dan kapanpun ia berada, aku selalu memanggil dia ‘Tuan Sok Imut’. Kalian
gak percaya? Tapi begitulah kenyataannnya. Bila ingin tahu namanya kalian harus
ikut kuis dulu seperti yang tertera dibawah ini #plakk haha, mian :D
Drrt.. drrt..
Cecunguk~
“yoboseyo”
“...”
“aissh! Yakk! Gak
usah pake acara teriak-teriakan segala bisa kan? Kupingku rasanya mau copot nihh!”
“...”
“Arraseo. Neo,
JAMKAMAN! Arraji?!”
“...”
BIP.
Aku paling benci
dengan teriakannya. Huhh, karena suaranya itu seperti suara serigala yang
sedang mengaung untuk memanggil teman-temannya yang lainnya, dan suaranya itu
bagaikan suara petir yang sedang menyambar di muka bumi ini -,-a. Lebih baik
aku kesana dulu dah, daripada mendengar si serigala itu mengaung lagi =,=a
***
JEGLEK.
“cepat sekali
kamu” kagum kyuhyun.
“jelaslah, azalea
gitu lho” dengan bangganya azalea mengatakan seperti itu. Sedangkan kyuhyun
hanya mendengus.
“sudahlah, lebih
baik pulang, karena eomma sudah tidak sabar bertemu dengan anak perempuannya.”
Ucap kyuhyun.
“mwo? Mworagoyo?
Nan, anak perempuannya? Apa maksudmu?” tanya azalea sambil meninggikan nadanya.
“dasar Miss
Galak! Emanng benar ya apa yang dikatakan dongho! Kalo kamu itu galak, dan
keras kepala?! Nde, nae omma menganggapmu anaknya, selain aku, Ahra eonni, dan
Kyumi. Dan ahra noona pun menganggapmu sebagai adik kandungnya sendiri. Padahal
aku adik kandungnya yang sebenarnya.” Kata kyuhyun sambil menyetir
Tetapi, dengan
pernyataan dari kyuhyun itu malah membuat azalea sedih.
“eurr, waeyo,
cheon-ah?” tanya kyuhyun hati-hati. Takutnya dia membuat si ‘Miss Galak’nya itu
marah lagi.
“dongho?? Kok aku
akhir-akhir ini jarang dia hubungi ya? Telpon, gak pernah diangkat. Sms, gak
pernah dia balas. Dan sekarang saat aku kembali kesini, aku tidak bertemu
dengannya. Ada apa dengan dia? Ada apa dengan dia, kyu?” tanpa azalea sadar,
airmatanya jatuh seketika.
“cheon-ah..
uljimago. Aku sedang menyetir, cheon-ah. Uljima :( “
“hiks hiks hiks”
CITT. Mobilpun
akhirnya berhenti dipinggir jalan.
“cupp cupp cupp. cheon-ah,
waeyo? Wae geure?”
“dongho. Dongho
eoddigayo?” tanya azalea sambil sesegukan.
Hening seketika.
“eoddigayo,
kyu-ah? Neo, arrayo?”
“nan mollasseo :(
bila aku tahu, pasti aku akan bilang ke kamu.”
“jeongmal?
Keunde, kenapa dia tiba-tiba menghilang begitu saja dari kita? Apakah dia udah
lupa dengan kita semua? Ataukah dia membenci kita semua, kyu-ah?”
“sudahlah,
uljima.. nanti aja ya dirumah aku memberitahumu? Lagian kamu kan baru pulang
dari paris, pasti capek kan badanmu? Pulang dulu ya? Dan setelah itu kamu
istirahat, ottae? Nan yaksokhae akan memberitahumu, tenang aja.”
“arraseoyo,
kyu-ah. Urineun pulang aja.” Pada akhirnya tangisnya sudah mereda *emang
hujan?* #plakk
“nah begitu donk.
Smile” kata kyuhyun sambil menarik kedua ujung bibir azalea.
“hm, arraseo.
Kajja :) ”
***
KyuhyunPOV
“noooooonaaa! I’m
hooooome!” teriakku.
Kkkk *evilaugh*
pasti nae noona masih tidur :) rasakan tuh :P
JEGLEK.
“Kkkk :D akhirnya
bangun juga” ucapku dengan senyum kemenangan
“aissh! Waeyo,
kyu? Aku sedang enak-enaknya tidur dan memimpikan seseorang, eh tiba-tiba kamu
langsung merusak semuanya” kata ahra noona sambil mengucek matanya dan
mendengus.
“noona-ya..
nan..”
“EONNI! I’m come
baaaaaack!” teriak cheonsa dengan suara cemprengnya itu, hhhh -,-a
“YAK! Suaramu kok
bisa kayak gitu sih?!” teriakku balik. Sedangkan orang yang diteriaki malah
menjulurkan lidahnya, dasar =;=
“AZALEA-AH!
Aigoo, nan bogoshipta ^^ neo, ottae? Gwenchanayo? Tadi didalam mobil kamu tidak
dinakalin sama si cecunguk itu kan?” tanya ahra noona sembarangan.
MWO? Emangnya aku
ini buruk rupa apa? Cecunguk? Great! Sekarang lengkaplah sudah. Gara-gara ‘Miss
Galak’ itu memberiku nama cecunguk, akhirnya semua orang ikut-ikutan deh,
termasuk Sungmin hyung.
“aissh, kalo udah
urusannya tentang cipika-cipiki, lebih baik aku pergi aja deh. Buat apa coba
aku disini? Ngelihat pipi bertemu pipi, iuhh jorok -,-a”
“yasudah sana.
Kka!” usir ahra noona.
“MWO? YAK! Aissh,
jjincayo =.=a. Arraseo! Keunde, noona-ya jaga mulutmu itu, jangan sampai kau..”
“arra, nan
yaksokhae”
“whatever. Emm, cheon-ah, jangan lupa mandi lalu istirahat secukupnya yaa?”
“eo. Arreo.
Keunde, tumben sekali kamu perhatian??”
“aissh, emang gak
boleh perhatian sedikit sama chingunya sendiri?”
“hhh, arra” dengus
cheonsa.
***
Kenapa coba aku
suruh ahra noona jaga mulut?? Mau tahu?? Begini ceritanya..
*flashback*
“kyuhyun-ah..
come here.”
“waeyo,
noona-ya?”
“aku dapat kabar
dari cheonsa eomma kalo si cheonsa itu mau liburan kesini. Kalo dia sudah
sampai di bandara, kamu mau kan jemput dia kesana?”
“naega? Shirreo!
Nan shirreoya!”
“aissh, kalo kamu
gak mau jemput dia, aku akan bakar semua kaset-kaset game itu! Termasuk
starcraft!” ancam ahra noona.
Kalo noona dah
ngancam, biasanya noona beneran akan ngelakuin apa yang ia ucapkan itu.
“arraseoyo.
Keunde, noona-ya.. neo, sudah tahukan tentang dongho?”
“dongho? Oooh, i
remember it :) temanmu yang sudah meninggal itu kan? Aku itu sudah tau. Keunde,
waeyo?”
“hm, ne. Igeo,
tolong rahasiain dari cheonsa donk” ucapku memelas.
“nde? Waeyo?
Bukankah cheonsa itu juga teman dekatnya? Tapi kenapa tidak boleh?”
“igeo.. nan
andweyo untuk memberitahu alasannya kenapa. Karena aku sudah berjanji sama
dongho saat itu.”
“oooh. Geure,
kapan cheonsa akan tahu?”
“sebelum dia akan
pulang ke paris.”
“mwo? Yak! Itu
kelamaan, keburu dia udah pulang duluan. Kalo tiga hari kemudian dia udah
pulang gimana? Eo, ottae? Geure, bagaimana kalo besok? Pura-puranya kamu ingin
pergi keluar sekalian nyari udara.”
“noona-ya.. nyari
udara di perbukitan tempat makam?? Kayak apa aja -,-a. Shirreo!”
“aissh, aku belum
selesai ngomong, paboya =.=’. terus kamu bilang kalo kamu lagi sedih atau
masalah kamu selalu mengunjungi tu makam dan kamu pura-puranya ngomong kalo
nisan itu sudah kamu anggap temanmu sendiri selain cheonsa sama dongho..”
“cihh, shirreo!
Noona-ya, cheonsa itu..”
PLETAK
“AA! Appeoyo
-,-a.”
“belum selesai
pabo! Terus pastinya si cheonsa akan ngelihat bahwa batu nisan itu tertera
namanya siapa. Kalo dengan begitu dia tidak akan langsung pingsan lalu menyusul
ke alam sana.”
PLETAK
“auu, yak! Kurang
ajar sekali kamu sama noonamu sendiri” ringis ahra noona
“weeeek, balas!
Yak! Noona-ya, alasanmu tidak fatal. Masa ‘kalo dengan begitu dia tidak akan
pingsan dan pergi menyusulnya’ noona, pabooooyaaa! Pokoknya kalo cheonsa sama
noona, entah itu ada dimana, noona harus tetap tutup mulut tentang kematiannya
dongho, arraji?!”
“arra. Tanggung
jawab kau, kyuhyun-ah!”
“t.. t.. tanggung
jawab apa noona?”
“kepalaku pabo!
Emang kamu kira tanggung jawab aa.. paa? Yak!”
“hihi, annyeong..
aku mau ke atas, mau tidur. Ingat lho noona?!”
“arra -,-a. YAK!
Neo! Jjincayo -,-a”
“weeeeeek :P “
*flashbach end*
Kkkk :D masih
terngiang wajah noona saat meringis.
Kkkk *evilaugh* pasti sakitkan? Makanya jangan pernah cari masalah sama CHO
KYUHYUN! Pasti dia akan kena batunya lagi, kkkkk :D
***
Azalea POV
“aza-ya,
irreona.. ppaliwa..” bisik seseorang di telingaku.
Aku menggeliat.
Siapa sih yang bangunin? Ganggu orang sedang tidur aja. Aissh, tidak tahu apa
aku capek banget?
“aza-ya,
irreona.. sarapan sudah siap, ke bawah dulu yuk! Nanti keburu sarapannya dah
habis lho.. geurom, irreonaya.. ppali!” suara itu muncul lagi.
Aissh, nugunde?
“MWOYA?! Ganggu
orang aja! Nugun..dee? aaaaaa! Eo.. eommo.. nim? Jweseonghamnida, eommonim ^^
nan mollasseoyo ^^” kataku dengan penuh penyesalan.
‘Aisssh, nan
paboya! Pabo imnida -,-a. Bagaiman kau bertindak tidak sopan pada kyu eomma???!
Aissh =.=’ runtukku dalam hati.
“hehe,
gwenchanayo, aza-ya ^^ geurom, sikat gigi dulu, lalu ke bawah ya, sayang? Nanti
kalo udah sarapan, kyuhyun ingin ngajak kamu jalan-jalan mengelilingi kota
seoul. Eotte? Neo, joha?”
“me..mengelilingi
kota seoul? Woaaa, nan joha, eommonim ^^ gamsahamnida ^^”
“tidak usah
seformal itu juga, rae-ya.. anggap saja eommonim itu seperti eommamu sendiri”
“hehe, jweseong..
ah, ani. Mianheyo, eommonim ^^ gomawoyo” dengan reflek aku memeluk eommonim.
“ehh? Haha,
cheonma, cheon-ya ^^ eo, sikat gigi dulu sana.”
“hm, nde,
eommonim.”
***
“kyu-ah, katanya
eommonim, kamu akan mengajakku untuk mengelilingi kota seoul yaa? Woaaa,
gomapta chinguya ^^”
“NDE? Eo, hehe,
nde. Keunde, kamu jangan minta pergi ke tempat yang aneh-aneh ya? Oiya, aku
nanti juga punya kejutan buatmu.”
“woaaaaah,
gomapta sekali lagi buat nae chinguya ^^” langsung saja aku menghamburkan tuk
memeluknya. Tapi dengan spontan dia langsung mendorongku.
“aisssh! Yak!”
“sudah sudah,
ppogo!” kata ahra eonni untuk melerai.
“hehe. Nde,
arraseoyo, eonni. Jweseonghamnida ^^”
***
KyuhyunPOV
“KYUHYUN-AAAH!
PPALIWAA!” teriak cheonsa dari luar.
Aisssh, suaranya
itu bagaikan terompet sangkakala. *emang kamu tahu, kyu?* #plakk
“ARRASEO!
JAMKAMMANEUN!” teriakku balik.
PLETAK.
“mwoya? Appeoyo
-,-a.”
“bisa tidak
suaramu itu tidak teriak-teriak sekali saja? Atau mulutmu itu aku jahit aja?
Hehh?”
“hehe, yeppeo
noona ^^”
PLE..
“eitts! Andwe :D
you can’t!”
“hhhh! Yak, kamu
masih ingat rencana kita kan??”
“eo, aku ingat
kok. Keunde, noona-ya, aku takut.”
“takut kenapa?
Takut masuk kuburan??”
“igeo, aniya!
Bukan takut, keunde..”
“aissh, whatever.
Yang penting kamu harus bilang secepatnya, arraji?”
“arreo.
Noonaaa..”
“tidak ada
noona-noona’an. HWAITING nae namdongsaeng ^^ kka”
“hhh, arra. Nde,
annyeong noona-ya..”
“ANNYEONG” teriak
noona dari dalam.
Tadi aja didalam
gak boleh teriak, kenapa sekarang noona teriak-teriak sepeti itu? Hhhh, noona
paboya!
***
Author POV
“kyu-ah...” suara
cheonsa memecahkan keheningan didalam mobil.
“hm, nde, waeyo?
Mau pergi ke mana lagi?”
“tidak usah pergi
lagi deh. I was so tiredd, kyu-ah. So, can we are go home now?”
“eo, keunde, aku
ingin kasih kamu kejutan. Kamu tidak ingin dapat kejutan, cheon-ah?”
“ehhh? I want!”
“tuh kan semangat
lagi, hhh!” kata kyuhyun sambil mendengus.
“keunde..
eonje??”
“hari ini lahh
-,-a”
“hm, eo. Gomapta
chinguya”
“eitts! Aku lagi
nyetir mobil.”
“hehe, mian ^^”
***
Azalea POV
“eungg, tidak
salah tempat, kyu-ah?”
“tidak. Aku kalo
lagi masalah ataupun lagi sedih aku selalu kesini.”
“lalu apa
hubungannya denganku, kyu?”
“bukannya kamu
lagi sedih karena tidak ketemu dengan dongho dari kemarin? Makanya aku ngajak
kamu kesini.”
“eo, igeo.. you’re
right. Lagian disini anginnya juga enak, sejuk.” Kataku sambil menghela nafas.
“tapi, aku lebih
seringnya bukan disini, tapi disana lah” kata kyuhyun sambil menunjuk sebuah
nisannya ‘seseorang’
“ehh? Lalu kalo
ada orang, kamu ngga malu?”
“ngga tuh. Kkaja
kesana!”
“hm, kkaja”
***
Azalea POV
“disini kah??”
tanyaku
“hm, nde.”
“keunde, kenapa
kamu seringnya ke nisan ini? Tidak ke nisan yang lainnya?” tanyaku penasaran.
“molla, aku lebih
nyaman mengutarakan masalahku disini”
“keunde, apakah
kuburan ini begitu penting bagimu?
Apakah ini kuburannya mantan pacarmu? Ataukah..”
“lihat saja
namanya.”
“ehh?”
Begitu aku lihat
nama siapa yang tertera di batu nisan itu, aku langsung..
“maldo andwe.
MALDO ANDWEEEE! I CAN’T BELIEVE IT!! Kyuhyun-ah!!! Neo, kenapa tidak
memberitahuku? Neomu paboya!” kataku sambil memukul dadanya kyuhyun berulang
kali
“mianhe,
mianheyo, cheon-ah :( dongho memberitahuku agar kamu bisa belajar ke jenjang
yang lebih penting dan tidak memikirkan
dia”
“tapi kenapa
dengan cara seperti ini?”
“mianhe.. you
know? Dongho itu sudah tahu kalo kamu suka sama dia. And do you know? Dia itu
juga suka sama kamu, tapi yang suka duluan adalah dia. Dia ingin memintamu
menjadi ‘his future’. Tapi, karena penyakit yang telah meggerogoti tubuhnya,
dia mengurungkan niatnya. Karena dia takut, bila suatu hari nanti ia akan
dijemput, kamu akan sakit hati, ragamu akan sakit, dan sakit dalam jiwamu
sendiri.”
“jeongmalyo?”
tanyaku yang masih sesegukan.
“hm, nde. Geure,
biarkanlah ini terjadi. Dia sudah bilang ke aku bahwa ‘jebal, jaga dia. Jaga
raga, jiwa, dan jaga hatinya.’ So, don’t be cry, cheon-ah ^^ keep smile” ucap
kyuhyun yang berusaha menghiburku.
“jeongmal? Geure,
aku juga akan sepenuhnya berjanji kepadanya. Aku akan selalu ceria dimanapun
aku berada, aku akan berusaha untuk tidak menangisinya terus, dan tanpa
bantuanmu, aku bisa menjaga raga, jiwa, dan hatiku sendiri. Kalo dia memintaku
ingin seperti itu, aku akan berusaha memenuhi permintaanya. Kyuhyun-ah,
gomawoyo ^^” kataku sambil memeluknya.
“cheonma, aza-ya
^^”
“eh tumben
manggil nama baratku?”
“igeo..”
“hh, haha :D”
tawaku
“wkkkkkk :D” tawa
kami bebarengan ^^
***
‘dongho-ah, aku
akan berjanji padamu, dan berjanji kepada Yang Mahakuasa. Dan yang menjadi
saksi matanya adalah rumput hijau ini, awan, langit, matahari, batu, kyuhyun,
dan.. angin ^^ semoga di suatu hari nanti kita bisa berkumpul lagi dan menjadi
1 jiwa sepenuhnya ^^ dan tentunya bersama kyuhyun, sahabat kita yang evil tapi
pintar dan terkadang baik.’
Tiba-tiba ada
angin sejuk menerpaku dengan lembut. Dan aku merasa ada yang ngomong
“SARANGHAE, GOMAWO”
‘nado
saranghaeyo, dongie-ya ^^’ sapaku dalam hati.
“cheon-ah, pulang
yuk! Lama-lama kok dingin ya? Bisa-bisa nanti aku terkena flu nih! Kkaja!” ajak
kyuhyun.
“hm, ne. Kkaja ^^
gomawoyo, kyu ^^”
“eo, cheonma”
-FIN-
Eotte? Joha?
Johta? Kalo jelek maklum lah.. saya kan juga baru belajar membuat cerita.
Apalagi sama bahasa inggrisnya :D berantakan gitu deh..
Oiya, jangan lupa
RCLnya yaa? Dan kalo bisa meninggalkan jejak kalian dulu disini ^^ thx before
No comments:
Post a Comment