Pages

Wednesday, April 11, 2012

Where is he? [fanfic]

Cast:
  • Azalea Kim
  • Cho Kyuhyun

Other Cast:
  • Shin Dongho

Author:
  • Kim Cheonsa a.ka Farihah Hayuningtyas

Cekidot..

***

Inilah hari yang ditunggu-tunggu oleh seorang yeoja yang bernama Azalea Kim atau bisa dipanggil Kim Cheonsa. Yeoja itu berdarah campuran dari Perancis dan Korea Selatan. Kenapa hari itu, hari yang sangat ia tunggu-tunggu dari kemarin? Jawabannya.. Yups! Karena dia akan kembali ke negara ginseng, negara yang dimana asal-mulanya ayahnya lahir, awal kehidupan yeoja itu, dan satu hal.. awal-mulanya ia baru mengerti apa arti cinta itu sesungguhnya.

Dia sudah berjanji dengan sesseorang bahwa pada suatu hari nanti ia akan kembali ke negara ginseng itu dan yeoja itu telah berjanji bahwa ‘orang’ itu akan pertama kali ia lihat saat ia kembali menampakkan batang hidungnya di negara ginseng tersebut.

Tetapi.. Sebuah kabar buruk telah menimpanya.

***

Azalea POV

“huwaaa, capek sekali rasanya setelah menempuh kurang lebih 6 jam-an berdiam diri di pesawat. Setelah ini aku ingin tidur ahh. Tapi.. kok rasanya ada yang mengganjal ya? Mana orang yang sok imut itu?”

Yepz! Akhirnya aku sudah sampai di negara ginseng ini. Tapi, kenapa orang yang aku tunggu-tunggu itu tidak kelihatan batang hidungnya sama sekali? Apa yang terjadi padanya? Apakah dia sebelumnya kena kecelakaan saat ia ingin menjemputku di bandara?? Aissh, kenapa sekarang aku suka bernegative thingking dulu?! Lebih baik aku menunggu dia aja deh.

Setengah jam...

1 jam...

2 jam...

2 setengah jam..

“aissh, kenapa lama sekali itu orang?? Apa kebiasaan lemotnya itu masih ya?”  gerutuku.

Drrt.. drrt..
‘Because I’m naughty naughty..’
Cecunguk~

‘mwoya? Buat apa si cecunguk *?* itu nelpon?’

“...”
“yoboseyo”
“...”
“eo, waeyo?”
“...”
“naneun? Aku ada di bandara incheon. Wae geure? Neo eoddiga? Ahh, kau ingin menjemputku ya?”
“...”
“aissh! Arraseoyo!”
“...”
“hm, nde, arreo. Neo, aku tunggu. Ppalinde? Jangan lama-lama!”
“...”
“aissh, NDE! Annyeong!”

BIP.
Sambungan telefonpun terputus. Issh! Menyebalkan punya teman seperti dia. Tapi dengan begitu ia tetap temanku donk -,- keunde, jamkaman. Buat apa dia ingin menjemputku? Kenapa tidak si tuan sok imut itu? Aissh, lebih baik aku tunggu aja deh. Yang penting kan aku dijemput :D #plakk

***

KyuhyunPOV

Apakah hari ini ia beneran kembali kesini? Betulkah itu? Tapi.. apakah dia sudah tau bahwa orang yang paling penting dalam kehidupannya itu telah tiada? Tapi kalo sudah tau dari dulu, pasti sudah dari 2 bulan yang lalu dia kesini, tapi kenapa 2 bulan yang lalu dia tidak kesini? Ah, berarti dia belum tau. Apa sebaiknya aku beritahu dia sekarang? Ahh, andwe! Pasti sekarang dia udah disini. Sebaiknya aku jemput dia dulu. Tapi bagaimana nanti kalo aku udah disana, dia malah tidak ada di seoul? Aissh, lebih baik aku telpon dulu deh.

Tutt.. tutt..

“yoboseyo”
“...”
“igeo.. benar nomornya Kim Cheonsa kan?”
“...”
“neo, eoddigayo?”
“...”
“aissh! Yakk! Sifat narsismu itu masih aja nempel dalam dirimu ya!”
“...”
“eo, geure, aku akan jemput kesana.”
“...”
“ARRASEO! Jangan sampai kamu pesan taksi dulu, AWAS!”
“...”

FLIP! Kututup hape LG Lollipop biruku.

‘aissh, masih aja orang seperti dia?! Apa lagi dia itu yeoja! -,-a huhh, jjinca’

Sebaiknya aku jemput dia sekarang. Kan kasian dia menunggu lama di musim dingin seperti ini. Kasian? Cihh, lebih tepatnya aku ingin cepat-cepat memberitahukan kabar ke dia, tapi dengan cara pelan-pelan, dengan cara kasarpun juga gakpapa #plakk

***

Azalea POV

Daripada boring, lebih baik main game aja ah. Game? Pasti kalian fikir aku itu hobbynya ikut-ikutan sama si cecunguk itu kan? Tapi sebenarnya tidak. Saat itu kami bersahabat dengan cara yang tak terduga, begitu pula denganku. Aku aja awal mulanya bingung, kok bisa ya kita bertiga bersahabat dengan cara yang aneh seperti itu? Bertiga? Yups! Diantara aku dan si cecunguk itu ada seseorang lagi, yaitu orang yang biasa aku panggil ‘Tuan Sok Imut’. Dan sedangkan dia memanggilku ‘Miss Galak’. Yeah, aku emang galak sih dengan siapapun. Tapi, tentunya aku masih ngerti tentang norma kesopanan donk. Dan kalian tau, gini-gini aku juga suka sama seseorang lho.. kalian ingin tau? Orang itu adalah orang yang selalu aku ejek-ejek dan selalu aku jodoh-jodohin dengan yeoja lain, dan terkadang itu membuatku ‘KREK’ cemburu, hehe. Tapi bukan si cecunguk itu lho ya, yang pasti bukan DIA -,-a. Orang yang aku sukai adalah orang yang dimana dan kapanpun ia berada, aku selalu memanggil dia ‘Tuan Sok Imut’. Kalian gak percaya? Tapi begitulah kenyataannnya. Bila ingin tahu namanya kalian harus ikut kuis dulu seperti yang tertera dibawah ini #plakk haha, mian :D

Drrt.. drrt..
Cecunguk~

“yoboseyo”
“...”
“aissh! Yakk! Gak usah pake acara teriak-teriakan segala bisa kan? Kupingku rasanya mau copot nihh!”
“...”
“Arraseo. Neo, JAMKAMAN! Arraji?!”
“...”

BIP.
Aku paling benci dengan teriakannya. Huhh, karena suaranya itu seperti suara serigala yang sedang mengaung untuk memanggil teman-temannya yang lainnya, dan suaranya itu bagaikan suara petir yang sedang menyambar di muka bumi ini -,-a. Lebih baik aku kesana dulu dah, daripada mendengar si serigala itu mengaung lagi =,=a

***

JEGLEK.

“cepat sekali kamu” kagum kyuhyun.

“jelaslah, azalea gitu lho” dengan bangganya azalea mengatakan seperti itu. Sedangkan kyuhyun hanya mendengus.

“sudahlah, lebih baik pulang, karena eomma sudah tidak sabar bertemu dengan anak perempuannya.” Ucap kyuhyun.

“mwo? Mworagoyo? Nan, anak perempuannya? Apa maksudmu?” tanya azalea sambil meninggikan nadanya.

“dasar Miss Galak! Emanng benar ya apa yang dikatakan dongho! Kalo kamu itu galak, dan keras kepala?! Nde, nae omma menganggapmu anaknya, selain aku, Ahra eonni, dan Kyumi. Dan ahra noona pun menganggapmu sebagai adik kandungnya sendiri. Padahal aku adik kandungnya yang sebenarnya.” Kata kyuhyun sambil menyetir

Tetapi, dengan pernyataan dari kyuhyun itu malah membuat azalea sedih.

“eurr, waeyo, cheon-ah?” tanya kyuhyun hati-hati. Takutnya dia membuat si ‘Miss Galak’nya itu marah lagi.

“dongho?? Kok aku akhir-akhir ini jarang dia hubungi ya? Telpon, gak pernah diangkat. Sms, gak pernah dia balas. Dan sekarang saat aku kembali kesini, aku tidak bertemu dengannya. Ada apa dengan dia? Ada apa dengan dia, kyu?” tanpa azalea sadar, airmatanya jatuh seketika.

“cheon-ah.. uljimago. Aku sedang menyetir, cheon-ah. Uljima :( “

“hiks hiks hiks”

CITT. Mobilpun akhirnya berhenti dipinggir jalan.

“cupp cupp cupp. cheon-ah, waeyo? Wae geure?”

“dongho. Dongho eoddigayo?” tanya azalea sambil sesegukan.

Hening seketika.

“eoddigayo, kyu-ah? Neo, arrayo?”

“nan mollasseo :( bila aku tahu, pasti aku akan bilang ke kamu.”

“jeongmal? Keunde, kenapa dia tiba-tiba menghilang begitu saja dari kita? Apakah dia udah lupa dengan kita semua? Ataukah dia membenci kita semua, kyu-ah?”

“sudahlah, uljima.. nanti aja ya dirumah aku memberitahumu? Lagian kamu kan baru pulang dari paris, pasti capek kan badanmu? Pulang dulu ya? Dan setelah itu kamu istirahat, ottae? Nan yaksokhae akan memberitahumu, tenang aja.”

“arraseoyo, kyu-ah. Urineun pulang aja.” Pada akhirnya tangisnya sudah mereda *emang hujan?* #plakk

“nah begitu donk. Smile” kata kyuhyun sambil menarik kedua ujung bibir azalea.

“hm, arraseo. Kajja :) ”

***

KyuhyunPOV

“noooooonaaa! I’m hooooome!” teriakku.

Kkkk *evilaugh* pasti nae noona masih tidur :) rasakan tuh :P

JEGLEK.

“Kkkk :D akhirnya bangun juga” ucapku dengan senyum kemenangan

“aissh! Waeyo, kyu? Aku sedang enak-enaknya tidur dan memimpikan seseorang, eh tiba-tiba kamu langsung merusak semuanya” kata ahra noona sambil mengucek matanya dan mendengus.

“noona-ya.. nan..”

“EONNI! I’m come baaaaaack!” teriak cheonsa dengan suara cemprengnya itu, hhhh -,-a

“YAK! Suaramu kok bisa kayak gitu sih?!” teriakku balik. Sedangkan orang yang diteriaki malah menjulurkan lidahnya, dasar =;=

“AZALEA-AH! Aigoo, nan bogoshipta ^^ neo, ottae? Gwenchanayo? Tadi didalam mobil kamu tidak dinakalin sama si cecunguk itu kan?” tanya ahra noona sembarangan.

MWO? Emangnya aku ini buruk rupa apa? Cecunguk? Great! Sekarang lengkaplah sudah. Gara-gara ‘Miss Galak’ itu memberiku nama cecunguk, akhirnya semua orang ikut-ikutan deh, termasuk Sungmin hyung.

“aissh, kalo udah urusannya tentang cipika-cipiki, lebih baik aku pergi aja deh. Buat apa coba aku disini? Ngelihat pipi bertemu pipi, iuhh jorok -,-a”

“yasudah sana. Kka!” usir ahra noona.

“MWO? YAK! Aissh, jjincayo =.=a. Arraseo! Keunde, noona-ya jaga mulutmu itu, jangan sampai kau..”

“arra, nan yaksokhae”

“whatever. Emm, cheon-ah, jangan lupa mandi lalu istirahat secukupnya yaa?”

“eo. Arreo. Keunde, tumben sekali kamu perhatian??”

“aissh, emang gak boleh perhatian sedikit sama chingunya sendiri?”

“hhh, arra” dengus cheonsa.

***

Kenapa coba aku suruh ahra noona jaga mulut?? Mau tahu?? Begini ceritanya..

*flashback*

“kyuhyun-ah.. come here.”

“waeyo, noona-ya?”

“aku dapat kabar dari cheonsa eomma kalo si cheonsa itu mau liburan kesini. Kalo dia sudah sampai di bandara, kamu mau kan jemput dia kesana?”

“naega? Shirreo! Nan shirreoya!”

“aissh, kalo kamu gak mau jemput dia, aku akan bakar semua kaset-kaset game itu! Termasuk starcraft!” ancam ahra noona.

Kalo noona dah ngancam, biasanya noona beneran akan ngelakuin apa yang ia ucapkan itu.

“arraseoyo. Keunde, noona-ya.. neo, sudah tahukan tentang dongho?”

“dongho? Oooh, i remember it :) temanmu yang sudah meninggal itu kan? Aku itu sudah tau. Keunde, waeyo?”

“hm, ne. Igeo, tolong rahasiain dari cheonsa donk” ucapku memelas.

“nde? Waeyo? Bukankah cheonsa itu juga teman dekatnya? Tapi kenapa tidak boleh?”

“igeo.. nan andweyo untuk memberitahu alasannya kenapa. Karena aku sudah berjanji sama dongho saat itu.”

“oooh. Geure, kapan cheonsa akan tahu?”

“sebelum dia akan pulang ke paris.”

“mwo? Yak! Itu kelamaan, keburu dia udah pulang duluan. Kalo tiga hari kemudian dia udah pulang gimana? Eo, ottae? Geure, bagaimana kalo besok? Pura-puranya kamu ingin pergi keluar sekalian nyari udara.”

“noona-ya.. nyari udara di perbukitan tempat makam?? Kayak apa aja -,-a. Shirreo!”

“aissh, aku belum selesai ngomong, paboya =.=’. terus kamu bilang kalo kamu lagi sedih atau masalah kamu selalu mengunjungi tu makam dan kamu pura-puranya ngomong kalo nisan itu sudah kamu anggap temanmu sendiri selain cheonsa sama dongho..”

“cihh, shirreo! Noona-ya, cheonsa itu..”

PLETAK

“AA! Appeoyo -,-a.”

“belum selesai pabo! Terus pastinya si cheonsa akan ngelihat bahwa batu nisan itu tertera namanya siapa. Kalo dengan begitu dia tidak akan langsung pingsan lalu menyusul ke alam sana.”

PLETAK

“auu, yak! Kurang ajar sekali kamu sama noonamu sendiri” ringis ahra noona

“weeeek, balas! Yak! Noona-ya, alasanmu tidak fatal. Masa ‘kalo dengan begitu dia tidak akan pingsan dan pergi menyusulnya’ noona, pabooooyaaa! Pokoknya kalo cheonsa sama noona, entah itu ada dimana, noona harus tetap tutup mulut tentang kematiannya dongho, arraji?!”

“arra. Tanggung jawab kau, kyuhyun-ah!”

“t.. t.. tanggung jawab apa noona?”

“kepalaku pabo! Emang kamu kira tanggung jawab aa.. paa? Yak!”

“hihi, annyeong.. aku mau ke atas, mau tidur. Ingat lho noona?!”

“arra -,-a. YAK! Neo! Jjincayo -,-a”

“weeeeeek :P “

*flashbach end*

Kkkk :D masih terngiang wajah  noona saat meringis. Kkkk *evilaugh* pasti sakitkan? Makanya jangan pernah cari masalah sama CHO KYUHYUN! Pasti dia akan kena batunya lagi, kkkkk :D

***

Azalea POV

“aza-ya, irreona.. ppaliwa..” bisik seseorang di telingaku.

Aku menggeliat. Siapa sih yang bangunin? Ganggu orang sedang tidur aja. Aissh, tidak tahu apa aku capek banget?

“aza-ya, irreona.. sarapan sudah siap, ke bawah dulu yuk! Nanti keburu sarapannya dah habis lho.. geurom, irreonaya.. ppali!” suara itu muncul lagi.

Aissh, nugunde?

“MWOYA?! Ganggu orang aja! Nugun..dee? aaaaaa! Eo.. eommo.. nim? Jweseonghamnida, eommonim ^^ nan mollasseoyo ^^” kataku dengan penuh penyesalan.

‘Aisssh, nan paboya! Pabo imnida -,-a. Bagaiman kau bertindak tidak sopan pada kyu eomma???! Aissh =.=’ runtukku dalam hati.

“hehe, gwenchanayo, aza-ya ^^ geurom, sikat gigi dulu, lalu ke bawah ya, sayang? Nanti kalo udah sarapan, kyuhyun ingin ngajak kamu jalan-jalan mengelilingi kota seoul. Eotte? Neo, joha?”

“me..mengelilingi kota seoul? Woaaa, nan joha, eommonim ^^ gamsahamnida ^^”

“tidak usah seformal itu juga, rae-ya.. anggap saja eommonim itu seperti eommamu sendiri”

“hehe, jweseong.. ah, ani. Mianheyo, eommonim ^^ gomawoyo” dengan reflek aku memeluk eommonim.

“ehh? Haha, cheonma, cheon-ya ^^ eo, sikat gigi dulu sana.”

“hm, nde, eommonim.”

***

“kyu-ah, katanya eommonim, kamu akan mengajakku untuk mengelilingi kota seoul yaa? Woaaa, gomapta chinguya ^^”

“NDE? Eo, hehe, nde. Keunde, kamu jangan minta pergi ke tempat yang aneh-aneh ya? Oiya, aku nanti juga punya kejutan buatmu.”

“woaaaaah, gomapta sekali lagi buat nae chinguya ^^” langsung saja aku menghamburkan tuk memeluknya. Tapi dengan spontan dia langsung mendorongku.

“aisssh! Yak!”

“sudah sudah, ppogo!” kata ahra eonni untuk melerai.

“hehe. Nde, arraseoyo, eonni.  Jweseonghamnida ^^”

***

KyuhyunPOV

“KYUHYUN-AAAH! PPALIWAA!” teriak cheonsa dari luar.

Aisssh, suaranya itu bagaikan terompet sangkakala. *emang kamu tahu, kyu?* #plakk

“ARRASEO! JAMKAMMANEUN!” teriakku balik.

PLETAK.

“mwoya? Appeoyo -,-a.”

“bisa tidak suaramu itu tidak teriak-teriak sekali saja? Atau mulutmu itu aku jahit aja? Hehh?”

“hehe, yeppeo noona ^^”

PLE..

“eitts! Andwe :D you can’t!”

“hhhh! Yak, kamu masih ingat rencana kita kan??”

“eo, aku ingat kok. Keunde, noona-ya, aku takut.”

“takut kenapa? Takut masuk kuburan??”

“igeo, aniya! Bukan takut, keunde..”

“aissh, whatever. Yang penting kamu harus bilang secepatnya, arraji?”

“arreo. Noonaaa..”

“tidak ada noona-noona’an. HWAITING nae namdongsaeng ^^ kka”

“hhh, arra. Nde, annyeong noona-ya..”

“ANNYEONG” teriak noona dari dalam.

Tadi aja didalam gak boleh teriak, kenapa sekarang noona teriak-teriak sepeti itu? Hhhh, noona paboya!

***

Author POV

“kyu-ah...” suara cheonsa memecahkan keheningan didalam mobil.

“hm, nde, waeyo? Mau pergi ke mana lagi?”

“tidak usah pergi lagi deh. I was so tiredd, kyu-ah. So, can we are go home now?”

“eo, keunde, aku ingin kasih kamu kejutan. Kamu tidak ingin dapat kejutan, cheon-ah?”

“ehhh? I want!”

“tuh kan semangat lagi, hhh!” kata kyuhyun sambil mendengus.

“keunde.. eonje??”

“hari ini lahh -,-a”

“hm, eo. Gomapta chinguya”

“eitts! Aku lagi nyetir mobil.”

“hehe, mian ^^”

***

Azalea POV

“eungg, tidak salah tempat, kyu-ah?”

“tidak. Aku kalo lagi masalah ataupun lagi sedih aku selalu kesini.”

“lalu apa hubungannya denganku, kyu?”

“bukannya kamu lagi sedih karena tidak ketemu dengan dongho dari kemarin? Makanya aku ngajak kamu kesini.”

“eo, igeo.. you’re right. Lagian disini anginnya juga enak, sejuk.” Kataku sambil menghela nafas.

“tapi, aku lebih seringnya bukan disini, tapi disana lah” kata kyuhyun sambil menunjuk sebuah nisannya ‘seseorang’

“ehh? Lalu kalo ada orang, kamu ngga malu?”

“ngga tuh. Kkaja kesana!”

“hm, kkaja”

***

Azalea POV

“disini kah??” tanyaku

“hm, nde.”

“keunde, kenapa kamu seringnya ke nisan ini? Tidak ke nisan yang lainnya?” tanyaku penasaran.

“molla, aku lebih nyaman mengutarakan masalahku disini”

“keunde, apakah kuburan  ini begitu penting bagimu? Apakah ini kuburannya mantan pacarmu? Ataukah..”

“lihat saja namanya.”

“ehh?”

Begitu aku lihat nama siapa yang tertera di batu nisan itu, aku langsung..

“maldo andwe. MALDO ANDWEEEE! I CAN’T BELIEVE IT!! Kyuhyun-ah!!! Neo, kenapa tidak memberitahuku? Neomu paboya!” kataku sambil memukul dadanya kyuhyun berulang kali

“mianhe, mianheyo, cheon-ah :( dongho memberitahuku agar kamu bisa belajar ke jenjang yang lebih penting dan tidak memikirkan  dia”

“tapi kenapa dengan cara seperti ini?”

“mianhe.. you know? Dongho itu sudah tahu kalo kamu suka sama dia. And do you know? Dia itu juga suka sama kamu, tapi yang suka duluan adalah dia. Dia ingin memintamu menjadi ‘his future’. Tapi, karena penyakit yang telah meggerogoti tubuhnya, dia mengurungkan niatnya. Karena dia takut, bila suatu hari nanti ia akan dijemput, kamu akan sakit hati, ragamu akan sakit, dan sakit dalam jiwamu sendiri.”

“jeongmalyo?” tanyaku yang masih sesegukan.

“hm, nde. Geure, biarkanlah ini terjadi. Dia sudah bilang ke aku bahwa ‘jebal, jaga dia. Jaga raga, jiwa, dan jaga hatinya.’ So, don’t be cry, cheon-ah ^^ keep smile” ucap kyuhyun yang berusaha menghiburku.

“jeongmal? Geure, aku juga akan sepenuhnya berjanji kepadanya. Aku akan selalu ceria dimanapun aku berada, aku akan berusaha untuk tidak menangisinya terus, dan tanpa bantuanmu, aku bisa menjaga raga, jiwa, dan hatiku sendiri. Kalo dia memintaku ingin seperti itu, aku akan berusaha memenuhi permintaanya. Kyuhyun-ah, gomawoyo ^^” kataku sambil memeluknya.

“cheonma, aza-ya ^^”

“eh tumben manggil nama baratku?”

“igeo..”

“hh, haha :D” tawaku

“wkkkkkk :D” tawa kami bebarengan ^^

***

‘dongho-ah, aku akan berjanji padamu, dan berjanji kepada Yang Mahakuasa. Dan yang menjadi saksi matanya adalah rumput hijau ini, awan, langit, matahari, batu, kyuhyun, dan.. angin ^^ semoga di suatu hari nanti kita bisa berkumpul lagi dan menjadi 1 jiwa sepenuhnya ^^ dan tentunya bersama kyuhyun, sahabat kita yang evil tapi pintar dan terkadang baik.’

Tiba-tiba ada angin sejuk menerpaku dengan lembut. Dan aku merasa ada yang ngomong “SARANGHAE, GOMAWO”

‘nado saranghaeyo, dongie-ya ^^’ sapaku dalam hati.

“cheon-ah, pulang yuk! Lama-lama kok dingin ya? Bisa-bisa nanti aku terkena flu nih! Kkaja!” ajak kyuhyun.

“hm, ne. Kkaja ^^ gomawoyo, kyu ^^”

“eo, cheonma”

-FIN-

Eotte? Joha? Johta? Kalo jelek maklum lah.. saya kan juga baru belajar membuat cerita. Apalagi sama bahasa inggrisnya :D berantakan gitu deh..

Oiya, jangan lupa RCLnya yaa? Dan kalo bisa meninggalkan jejak kalian dulu disini ^^ thx before

No comments:

Post a Comment